Fenomena mum guilt adalah perasaan tidak nyaman dan cemas yang dialami ibu karena merasa tidak memenuhi standar ideal pengasuhan. Tekanan sosial dan ekspektasi yang tidak realistis seringkali menjadi pemicu utama munculnya perasaan bersalah ini. Banyak ibu merasa terjebak dalam standar ganda, antara menjadi ibu yang sempurna di rumah dan individu yang sukses di luar rumah.
Melansir dari laman lifesorted.com, Jumat (21/2), satu di antara penyebab utama mum guilt adalah perbandingan sosial yang tidak sehat. Media sosial dan lingkungan sekitar seringkali menampilkan gambaran ibu ideal yang serba bisa, memicu perasaan rendah diri. Ibu mulai membandingkan diri dengan orang lain, merasa kurang dan gagal memenuhi ekspektasi yang sebenarnya tidak realistis. Standar pengasuhan yang tidak masuk akal juga turut memperparah mum guilt. Masyarakat seringkali mempromosikan gagasan bahwa ibu harus selalu sempurna, tanpa cela, dan selalu mengutamakan kebutuhan anak di atas segalanya.
Padahal, menjadi ibu yang baik bukan berarti menjadi ibu yang sempurna. Setiap ibu memiliki keunikan dan tantangan masing-masing, sehingga tidak ada satu pun standar yang bisa diterapkan untuk semua. Penting untuk diingat bahwa mum guilt adalah konstruksi sosial yang merugikan dan tidak mencerminkan realitas pengasuhan yang sebenarnya.
Ibu perlu menyadari bahwa perasaan bersalah berlebihan ini tidak produktif dan justru menghambat kemampuan untuk menikmati peran sebagai ibu. Oleh karena itu, penting untuk mencari cara untuk melepaskan diri dari jeratan mum guilt dan membangun pola pikir yang lebih positif dan konstruktif.
Langkah pertama untuk mengatasi mum guilt adalah dengan berbelas kasih pada diri sendiri. Ibu perlu menerima bahwa mereka adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Alih-alih fokus pada kekurangan, cobalah untuk menghargai segala upaya dan pencapaian yang telah dilakukan sebagai ibu. Fokus pada kekuatan diri juga menjadi kunci penting dalam melawan mum guilt. Setiap ibu memiliki kelebihan dan bakat yang berbeda, yang bisa dimanfaatkan dalam pengasuhan. Kenali dan kembangkan kekuatan itu, dan jangan biarkan rasa bersalah menutupi potensi diri.
Mencari dukungan dari orang lain juga sangat membantu dalam mengatasi mum guilt. Berbicara dengan pasangan, keluarga, teman, atau kelompok dukungan ibu lainnya dapat memberikan perspektif baru dan mengurangi perasaan terisolasi. Berbagi pengalaman dengan ibu lain yang mengalami hal serupa dapat memberikan rasa lega dan saling menguatkan.
Selain itu, jangan lupakan pentingnya merawat diri sendiri atau self-care. Ibu yang bahagia dan sehat akan lebih mampu mengasuh anak dengan baik. Luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai, istirahat yang cukup, dan jaga kesehatan fisik dan mental.
Menerima ketidaksempurnaan adalah langkah awal yang penting. Dengan mempraktikkan self-compassion, fokus pada kekuatan, mencari dukungan, dan self-care, ibu dapat melepaskan diri dari mum guilt. Ingatlah bahwa menjadi ibu yang 'cukup baik' sudah lebih dari cukup. Setiap ibu berhak menikmati peran ini tanpa dihantui rasa bersalah yang berlebihan. Dengan begitu, ibu dapat menciptakan lingkungan pengasuhan yang lebih positif dan membahagiakan bagi diri sendiri dan keluarga.
Editor : Candra Mega Sari