Fenomena anak kesayangan ini bisa terlihat secara jelas atau justru sangat sulit disadari, padahal dampaknya bisa cukup besar. Anak yang merasa kurang diperhatikan mungkin akan tumbuh dengan rasa rendah diri atau kesulitan dalam hubungan sosial. Sebaliknya, anak kesayangan bisa merasa lebih percaya diri tetapi juga berisiko memiliki ekspektasi tinggi terhadap dirinya sendiri.
Maka, penting untuk memahami mengapa fenomena anak kesayangan ini bisa terjadi. Berikut empat alasan utamanya, dikutip dari Psychology Today, Jumat (14/2).
1. Kesamaan Karakter dan Kepribadian
Orang tua cenderung lebih dekat dengan anak yang memiliki sifat atau kepribadian yang mirip dengan mereka. Misalnya, jika seorang ibu memiliki pribadi yang pendiam dan introvert, ia mungkin akan merasa lebih nyaman berinteraksi dengan anak yang memiliki sifat serupa. Sebaliknya, anak yang lebih ekspresif dan berbeda secara kepribadian mungkin akan merasa kurang dipahami oleh orang tuanya.
2. Urutan Kelahiran
Urutan kelahiran seringkali berpengaruh terhadap perlakuan orang tua. Anak pertama biasanya mendapatkan lebih banyak perhatian karena mereka adalah pengalaman pertama orang tua dalam mengasuh anak.
Sementara itu, anak bungsu seringkali lebih dimanja karena dianggap sebagai si kecil dalam keluarga. Anak tengah sering merasa terabaikan karena mereka tidak memiliki status istimewa seperti kakak atau adik.
3. Kedekatan Emosional dan Hubungan Sehari-hari
Kedekatan emosional yang terbentuk melalui interaksi sehari-hari juga bisa membuat seorang anak lebih difavoritkan. Anak yang sering menghabiskan waktu bersama orang tua, misalnya dengan membantu pekerjaan rumah atau berbincang lebih banyak, cenderung lebih dekat secara emosional. Sebaliknya, anak yang lebih mandiri atau sering berada di luar rumah mungkin merasa kurang diperhatikan.
4. Prestasi dan Perilaku
Orang tua secara alami merasa bangga terhadap anak yang memiliki prestasi akademik, olahraga, atau keterampilan tertentu. Anak yang berperilaku baik dan tidak banyak menimbulkan masalah juga lebih mungkin mendapatkan perlakuan istimewa. Sebaliknya, anak yang sering bermasalah atau sulit diatur mungkin mengalami perlakuan berbeda, meskipun hal ini tidak selalu disengaja.
Meskipun anak kesayangan dalam keluarga adalah hal yang umum, penting bagi orang tua untuk menyadari kecenderungan ini dan berusaha memperlakukan anak-anak mereka dengan adil. Setiap anak memiliki keunikan dan potensi masing-masing, sehingga mereka semua berhak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang sama.
Editor : Candra Mega Sari