Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Benjolan Putih di Wajah? Bisa Jadi Itu Milia, Kenali Jenis, Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Zulfa Putri Hardiyati • Sabtu, 8 Februari 2025 | 15:30 WIB
Ilustrasi milia (mari_draiser/freepik)
Ilustrasi milia (mari_draiser/freepik)

JP Bogor - Milia adalah kista epidermoid kecil berwarna putih yang sering muncul di area pipi dan hidung, biasanya dalam kelompok. Jika hanya terdapat satu kista, maka disebut milium. Milia terbentuk ketika keratin, protein yang umumnya ditemukan di jaringan kulit, rambut, dan kuku, terperangkap di bawah permukaan kulit.

Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, dari bayi hingga orang dewasa, tetapi lebih sering dialami oleh bayi baru lahir. Meskipun milia umumnya tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus, dalam beberapa kasus, milia dapat dianggap mengganggu sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.

Jenis-Jenis Milia

Menurut halodoc.com, milia dikategorikan berdasarkan usia saat kista muncul serta penyebab yang mendasarinya. Secara umum, milia terbagi menjadi dua jenis utama:

1. Milia Primer

2. Milia Sekunder

Berikut beberapa jenis milia yang lebih spesifik:

Baca Juga: Kulit Gatal dan Kemerahan? Bisa Jadi Itu Eksim, Ketahui Faktor Pemicu dan Cara Mengobatinya di Rumah

Penyebab Milia

Menurut berbagai sumber medis, milia terbentuk ketika sel kulit mati atau keratin terjebak di bawah permukaan kulit. Penyebab milia pada bayi belum diketahui secara pasti, tetapi pada orang dewasa, kondisi ini sering dikaitkan dengan beberapa faktor berikut:

Melansir dari alodokter.com, milia ditandai dengan benjolan kecil berwarna putih mutiara atau kekuningan dengan diameter sekitar 1–2 mm. Meskipun tidak menimbulkan nyeri, milia bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama jika mengalami iritasi akibat gesekan dengan pakaian atau seprai berbahan kasar.

Milia dapat muncul di berbagai area kulit, tetapi lebih sering ditemukan di kulit kepala, dahi, kelopak mata, hidung, belakang telinga, pipi dan rahang, bagian dalam mulut, dada, dan area genital.

Milia umumnya bukan kondisi yang berbahaya dan tidak memerlukan perawatan khusus karena dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu hingga bulan. Namun, bagi sebagian orang, terutama mereka yang merasa terganggu secara estetika atau mengalami iritasi akibat gesekan, terdapat beberapa cara untuk mengatasi milia.

Beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menghilangkan milia antara lain perawatan kulit rutin dengan eksfoliasi ringan, penggunaan produk berbahan aktif seperti retinol, serta prosedur medis seperti ekstraksi oleh dokter kulit. Jika milia muncul akibat kondisi tertentu, seperti luka bakar atau paparan sinar matahari berlebihan, pencegahan dengan penggunaan tabir surya dan perawatan kulit yang tepat dapat membantu mengurangi risiko munculnya kista ini di masa mendatang.

Meskipun milia bukan kondisi yang berbahaya, penting untuk tidak mencoba memencet atau menghilangkannya sendiri karena dapat menyebabkan infeksi atau luka pada kulit. Jika milia tidak kunjung hilang atau semakin banyak, berkonsultasilah dengan dokter kulit untuk mendapatkan saran dan tindakan medis yang tepat.

 

Editor : Candra Mega Sari
#cara menghilangkan milia #milia #penyebab