Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

12 Bahaya Alkohol bagi Kesehatan: Bagaimana Kebiasaan Ini Dapat Merusak Fungsi Tubuh secara Perlahan

Amanda Zakiya Mufidatul Khoiroh • Jumat, 7 Februari 2025 | 15:30 WIB
Ilustrasi orang minum alkohol
Ilustrasi orang minum alkohol

JP Bogor - Bahaya alkohol untuk kesehatan lebih banyak dibandingkan manfaatnya, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Selain menyebabkan mabuk, alkohol dapat merusak organ tubuh dan menyebabkan penyakit serius. Minuman beralkohol, seperti rum, mungkin bermanfaat dalam porsi kecil untuk menurunkan risiko beberapa penyakit seperti stroke, diabetes, dan penyakit jantung. Namun, kebiasaan minum dapat menyebabkan kecanduan, membuat kontrol konsumsi semakin sulit.

Banyak informasi beredar mengenai manfaat alkohol, tetapi dampak negatifnya jauh lebih besar, terutama jika seseorang mengalami ketergantungan. Masalah kesehatan yang ditimbulkan alkohol termasuk gangguan kejiwaan dan kerusakan organ dalam seperti hati, jantung, dan pankreas, serta peningkatan risiko kanker.

Dilansir dari laman klikdokter.com, berikut beberapa bahaya alkohol bagi kesehatan manusia. 

1. Bicara Cadel

Pusat kontrol tubuh manusia adalah sistem saraf pusat, yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat mengganggu fungsi saraf pusat, dan salah satu dampaknya adalah bicara cadel.

2. Gangguan Koordinasi Tubuh

Alkohol mengurangi kemampuan koordinasi antara otak dan tubuh, membuatnya sulit untuk mengendalikan gerakan tubuh. Ini berpotensi berbahaya saat mengendarai kendaraan atau menggunakan mesin.

3. Gangguan Memori dan Emosi

Sering minum alkohol membuat otak kesulitan membentuk ingatan jangka panjang, serta membuat pikiran menjadi tidak jelas. Kerusakan di bagian lobus frontal dapat mengganggu kontrol emosi dan penilaian.

4. Mengganggu Pencernaan Makanan

Konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak jaringan pelindung saluran pencernaan dan menghambat pencernaan makanan, yang mengarah pada kesulitan mendapatkan nutrisi dan vitamin.

5. Rasa Tidak Nyaman di Perut

Orang dengan alkoholisme biasanya mengalami gejala seperti perut kembung, gas, dan diare. Dalam jangka panjang, risiko kanker saluran pencernaan juga meningkat, terutama jika merokok.

6. Efek Negatif pada Sistem Sirkulasi

Alkohol dapat merusak kesehatan jantung dan pembuluh darah, menyebabkan hipertensi, irama jantung tidak teratur, dan risiko serangan jantung. Anemia juga bisa terjadi dari gangguan penyerapan makanan.

7. Melemahkan Tulang dan Otot

Panjang waktu minum alkohol dapat melemahkan tulang, meningkatkan risiko patah tulang, dan membuat otot jadi lemah hingga mengalami atrofi.

8. Mati Rasa dan Nyeri di Tangan dan Kaki

Alkohol mempengaruhi sistem saraf tepi, menyebabkan kesemutan dan nyeri pada tangan dan kaki, yang dapat berkembang menjadi mati rasa.

9. Menyebabkan Disfungsi Ereksi pada Pria

Meskipun ada anggapan bahwa alkohol meningkatkan gairah seksual, pria yang terlalu banyak minum justru berisiko mengalami disfungsi ereksi dan menurunkan produksi hormon seks.

10. Gangguan Kesehatan Reproduksi pada Wanita

Wanita yang minum alkohol dapat mengalami masalah menstruasi dan kesuburan, serta risiko tinggi keguguran dan komplikasi saat hamil.

11. Menurunkan Sistem Imun

Alkohol dapat menurunkan kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.

12. Berkaitan dengan Munculnya Penyakit Paru-paru

Orang yang kecanduan alkohol berisiko tinggi mengalami penyakit paru-paru, seperti pneumonia dan tuberkulosis, karena sistem imun yang lemah.

Kecanduan alkohol atau alkoholisme adalah kondisi di mana seseorang tergantung pada alkohol, sehingga sulit untuk mengontrol konsumsinya. Pecandu alkohol dapat minum secara berlebihan sepanjang hari atau melakukan binge drinking, yaitu mengonsumsi 4-5 gelas dalam 2 jam.

Kondisi ini dapat menimbulkan masalah kesehatan serius, tetapi pecandu sering kali tidak bisa berhenti meskipun ada masalah akibat kebiasaan minum alkohol. Mereka mungkin juga mengalami gejala putus zat jika berhenti. Kecanduan ini terjadi karena perubahan di otak yang meningkatkan kepuasan saat minum, sehingga membuat orang terus minum untuk menghindari gejala putus zat.

Melansir dari laman halodoc.com, faktor yang menyebabkan kecanduan alkohol meliputi psikologis, sosial, dan genetik. Stres, pengaruh pergaulan, dan ketersediaan alkohol menjadi faktor sosial, sedangkan keluarga pecandu meningkatkan risiko mengalami kecanduan. Mengatasi kecanduan alkohol memang tidak mudah. Karena itu, kamu yang mengalami kecanduan alkohol dianjurkan untuk meminta bantuan tenaga profesional, seperti psikolog atau psikiater.

Baca Juga: Jangan Sepelekan! Inilah 3 Dampak Utama Penumpukan Limbah Domestik yang Mengancam Kesehatan dan Lingkungan

Editor : Candra Mega Sari
#bahaya alkohol #alkohol #kesehatan tubuh #kecanduan alkohol