JP Bogor - "Sayang, menurutmu aku terlihat bagus dengan pakaian ini?" Pertanyaan semacam ini sering kali membuat pasangan berpikir dua kali sebelum menjawab. Jujur memang penting, tetapi terlalu blak-blakan bisa menyakiti perasaan, sementara kebohongan kecil bisa mengikis kepercayaan. Jadi, bagaimana cara terbaik untuk bersikap?
Dilansir dari Hindustan Times, perdebatan lama tentang kejujuran versus kebijaksanaan dalam hubungan akhirnya mendapatkan jawaban dari penelitian yang dipimpin oleh Bonnie Le, asisten profesor psikologi di University of Rochester.
Studi yang diterbitkan dalam Social Psychological and Personality Science ini menemukan bahwa kejujuran, bahkan yang menyakitkan, sebenarnya dapat memperkuat hubungan dalam jangka panjang.
Studi: Menguji Peran Kejujuran dalam Cinta
Tim Le meneliti lebih dari 200 pasangan dengan menganalisis percakapan langsung di laboratorium.
Para peserta diminta untuk mendiskusikan perubahan yang mereka harapkan dari pasangannya, sebuah topik yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan. Para peneliti kemudian mengamati dampak kejujuran terhadap kebahagiaan pribadi dan hubungan mereka.
Hasilnya? Kejujuran terbukti membawa manfaat.
"Kami menemukan bahwa semakin jujur seseorang dalam mengungkapkan keinginannya terhadap pasangan, semakin baik kesejahteraan pribadi dan hubungan mereka. Selain itu, pasangan pun lebih termotivasi untuk berubah," jelas Le.
Dengan kata lain, meskipun kebenaran bisa sulit diterima pada awalnya, dalam jangka panjang, kejujuran dapat menumbuhkan kedekatan, pertumbuhan, dan kepercayaan di antara pasangan.
Mengapa Kejujuran Itu Penting (Bahkan Ketika Menyakitkan)
Kebanyakan orang menghargai kejujuran dalam hubungan, tetapi praktiknya tidak selalu mudah. Mengungkapkan perasaan seperti, "Aku berharap kamu lebih penyayang" atau "Aku merasa terganggu saat kamu melakukan ini" bisa terasa berisiko. Namun, penelitian Le menunjukkan bahwa mengekspresikan dan menerima kejujuran dari pasangan dapat memberikan dampak positif yang signifikan.
Menariknya, meskipun seseorang tidak selalu bisa menilai kejujuran pasangannya secara akurat, usaha untuk bersikap jujur tetap berkontribusi terhadap hubungan yang lebih kuat.
Baca Juga: Kumpulan Doa Mustajab yang Bisa Diamalkan Umat Islam agar Rezeki Datang dari Segala Penjuru
"Temuan ini menunjukkan bahwa bersikap jujur dan merasakan kejujuran dari pasangan dapat memberikan manfaat bagi hubungan," ujar Le.
"Bahkan ketika kebenaran itu menyakitkan," tandasnya.
Bagaimana dengan Hubungan yang Bermasalah?
Meski kejujuran terbukti bermanfaat, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Studi ini melibatkan pasangan yang umumnya berada dalam hubungan yang stabil dan bahagia. Masih perlu diteliti lebih lanjut apakah dampak kejujuran sama positifnya bagi pasangan yang sedang mengalami konflik atau tekanan berat.
Namun, secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa kejujuran bukan sekadar nilai moral, melainkan faktor utama dalam memperkuat hubungan.
Jadi, saat pasangan meminta pendapat Anda, tarik napas dalam-dalam dan sampaikan dengan jujur, namun tetap dengan cara yang baik.
Bagaimanapun, hubungan yang sehat dibangun di atas kepercayaan, dan kepercayaan lahir dari kejujuran—bahkan jika terkadang sulit untuk mendengarnya.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah