Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Hypophrenia: Kondisi Seseorang Menangis Tanpa Sebab, Gangguan Mental yang Mempengaruhi Kesehatan Psikologis Secara Perlahan

Amanda Zakiya Mufidatul Khoiroh • Kamis, 30 Januari 2025 | 12:30 WIB
Ilustrasi seseorang yang mengalami Hypophrenia. (Dok. freepik/rawpixel.com)
Ilustrasi seseorang yang mengalami Hypophrenia. (Dok. freepik/rawpixel.com)

JP Bogor -  Hypophrenia adalah kondisi ketika seseorang merasa sangat emosional hingga membuat mereka menangis tanpa sebab yang jelas. Perlu diperjelas bahwa hypophrenia sering disalahpahami sebagai keterbelakangan mental yang berkaitan dengan gangguan fungsi emosional.

Hypophrenia sendiri adalah istilah medis yang menggambarkan seseorang yang tiba-tiba menangis tanpa sebab yang jelas. Penderita merasakan kesedihan yang tidak biasa, sehingga menangis tanpa alasan tertentu.

Secara umum, penyebab seseorang mengalami hypophrenia masih belum diketahui secara pasti. Namun, dilansir dari siloamhospitals.com, berikut adalah sejumlah kondisi yang diduga bisa memicu seseorang mengalami hypophrenia:

1. Perubahan hormon: Kondisi ini biasanya terjadi selama hamil, menopause, atau sedang mengalami menstruasi.

2. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD): Gangguan mental yang terjadi karena seseorang karena dipicu oleh kejadian traumatis masa lalu.

3. Gangguan cemas: Kondisi ini dapat membuat seseorang terlalu cemas pada suatu masalah sehingga dapat menyebabkan kelelahan mental. Kondisi inilah yang bisa memicu seseorang menangis tanpa alasan.

4. Depresi: Gangguan suasana hati yang membuat seseorang merasa sedih terus-menerus dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang awalnya disukainya.

5. Organic Brain Syndrome (OBS): Kerusakan otak yang dapat menyebabkan gangguan mental. Kondisi ini biasanya dialami oleh lansia.

6. Pseudobulbar Affect (PBA): Gangguan neurologis yang terjadi karena terputusnya hubungan atau koneksi antara batang otak, lobus frontal otak besar, dan otak kecil. Perlu diketahui, lobus frontal merupakan bagian otak besar yang berfungsi untuk mengontrol emosi. Sementara itu, otak kecil dan batang otak adalah bagian yang bertugas mengatur refleks dan keseimbangan tubuh. Ketiga terjadi gangguan koneksi antara ketiga bagian tersebut, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya regulasi emosional.

Selain itu, terdapat beberapa kondisi yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami hypophrenia, seperti:

1. Menderita penyakit keturunan, seperti penyakit Tay-Sachs atau fenilketonuria

2. Down syndrome

3. Cedera otak

4. Malnutrisi

5.  Keracunan senyawa kimia berbahaya, seperti timbal atau merkuri

6.  Gangguan janin selama dalam kandungan, seperti infeksi serta terpapar zat beracun, obat-obatan terlarang atau minuman beralkohol yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil

7. Gangguan pada bayi saat lahir akibat kekurangan oksigen atau kelahiran prematur

Diketahui, kondisi hypophrenia dapat menunjukkan sejumlah gejala seperti menangis tanpa alasan, perasaan sensitif, sulit berkomunikasi, bersifat introvert, perubahan emosi yang tidak terkontrol, pemikiran negatif, malas, kelelahan, nafsu makan hilang, dan gangguan tidur.

Dilansir dari laman resmi UNDIKNAS, jika kamu sering merasa menangis tanpa alasan yang jelas, penting untuk memahami bahwa ini bisa menjadi tanda tubuh atau pikiranmu sedang mencoba menyampaikan sesuatu. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Kenali Perasaanmu

Kenali perasaanmu dengan merenungkan apa yang kamu rasakan. Cobalah untuk memahami apakah ada tekanan yang tidak disadari, seperti stres atau kecemasan.

2. Curhat ke Orang Terdekat

Curhat kepada orang terdekat bisa membantu meringankan beban emosional. Berbicara dengan orang lain membuat kita lebih sadar akan emosi yang tidak kita ketahui sebelumnya.

3. Cari Bantuan Profesional

Jika sering menangis tanpa sebab dan mengganggu aktivitas, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog atau terapis.

4. Luangkan Waktu untuk Dirimu Sendiri

Luangkan waktu untuk diri sendiri agar tubuh dan pikiran dapat istirahat, dengan melakukan kegiatan menyenangkan seperti meditasi atau berjalan di alam.

Hypophrenia bisa jadi sinyal dari tubuh bahwa ada yang perlu diperhatikan dalam kesehatan mental. Meskipun belum banyak dipelajari, penting untuk mengenali gejalanya agar bisa menjaga kesejahteraan psikologis. Jika kamu atau orang terdekat sering menangis mendadak tanpa sebab, jangan ragu untuk mencari bantuan. Merawat kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Memahami dan menangani hypophrenia membantu kita hidup lebih bahagia dan seimbang.

Menangis tanpa sebab bisa membingungkan, tetapi juga sinyal tentang kesejahteraan emosional. Hypophrenia, meski tidak selalu berbahaya, bisa menjadi tanda masalah yang perlu diatasi. Cari dukungan untuk mengelola kesehatan mental dengan serius.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#Hypophrenia #Menangis Tanpa Sebab #kesehatan mental