Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Kleptomania dalam Dunia Psikologi: Gangguan Mental yang Membuat Seseorang Sulit Menahan Diri untuk Mencuri

Amanda Zakiya Mufidatul Khoiroh • Minggu, 26 Januari 2025 | 16:45 WIB

Ilustrasi seseorang mengidap gangguan kleptomania
Ilustrasi seseorang mengidap gangguan kleptomania
JP Bogor - Kleptomania adalah gangguan kesehatan mental yang membuat pengidapnya sulit mengendalikan keinginan untuk 'mencuri' barang tanpa izin. Pengidap sering kali mengambil benda di tempat umum atau barang milik teman. Gangguan ini biasanya muncul di usia remaja.

Pengidap kleptomania akan tetap mengambil barang yang mereka suka meskipun barang itu tidak diperlukan dan tidak berharga. Perilaku ini bukan untuk mendapatkan uang atau keuntungan. Barang yang dicuri biasanya tidak digunakan, hanya disimpan, dibuang, atau diberikan kepada orang lain.

Setelah mencuri, pengidap kleptomania sering merasa menyesal dan bersalah, tetapi tidak dapat mengendalikan dorongannya karena merasa cemas jika tidak melakukannya.

Hingga kini, penyebab kleptomania belum diketahui secara pasti. Namun, diduga dipengaruhi oleh terganggunya senyawa kimia di otak, seperti menurunnya kadar serotonin, terganggunya pelepasan dopamin, dan ketidakseimbangan sistem opioid yang menyebabkan keinginan mencuri.

Orang yang memiliki gangguan kontrol impuls seperti ini akan sulit menahan godaan atau dorongan untuk melakukan tindakan yang berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui berbagai tanda kleptomania agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Kleptomania tidak sama dengan pencurian yang dilandasi oleh motif kriminal. Berikut adalah beberapa tanda kleptomania yang sering dialami oleh penderitanya seperti yang dilansir dari laman alodokter.com.

1. Mencuri Dimana Saja

Mencuri di mana saja adalah salah satu tanda kleptomania yang utama. Penderita kleptomania sering mencuri di tempat ramai seperti supermarket atau juga di tempat pribadi seperti rumah teman atau kerabat.

2. Merasakan Ketegangan yang Meningkat Sebelum Mencuri

Sebelum mencuri, penderita biasanya merasakan ketegangan yang kuat, yang berhubungan dengan gangguan kontrol impuls yang tidak terkendali.

3. Merasa Lega dan Senang Setelah Mencuri

Setelah mencuri, mereka biasanya merasa lega, senang, atau puas, namun kemudian diikuti oleh rasa malu, bersalah, menyesal, atau takut ditangkap.

4. Tidak Pernah Menggunakan Barang-Barang yang Dicuri

Penderita kleptomania tidak biasanya menggunakan barang curian, yang sering kali hanya disimpan atau dikembalikan secara diam-diam kepada pemiliknya.

5. Memiliki Dorongan Mencuri yang Hilang dan Timbul

Dorongan untuk mencuri dapat datang dan pergi, dan intensitas pencurian juga bervariasi. Pencurian ini tidak berdasarkan pada alasan halusinasi, delusi, marah, atau balas dendam.

Kleptomania membutuhkan penanganan medis karena kondisi ini tidak bisa diatasi seorang diri. Apabila tidak ditangani, kondisi ini akan kambuh terus-menerus. Sebagai penanganan kleptomania, dokter biasanya meresepkan obat-obatan dan melakukan psikoterapi.

Dilansir dari laman siloamhospitals.com, berikut penjelasan cara menyembuhkan kleptomania, antara lain:

1. Pemberian Obat

Pemberian obat untuk pengidap kleptomania biasanya berupa antidepresan SSRIs, yang membantu menstabilkan emosi pasien dengan meningkatkan efektivitas kerja serotonin. Dokter juga dapat meresepkan obat antagonis opioid untuk mengurangi dorongan mencuri dan perasaan bahagia setelah mencuri. Penanganan ini harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah kambuhnya penyakit.

2. Psikoterapi

Jenis psikoterapi yang umum digunakan adalah terapi perilaku kognitif, yang memberikan gambaran kepada pasien tentang tindakan mereka dan dampak buruknya. Terapi ini bertujuan agar pasien menyadari bahwa pencurian adalah perilaku negatif yang harus dihentikan dan untuk meningkatkan motivasi mereka agar tidak mencuri lagi. Pasien juga diajarkan cara melawan keinginan tersebut.

Kleptomania adalah masalah kesehatan mental yang dapat mengganggu keseharian penderitanya. Segera konsultasikan kepada dokter jika anda atau kerabat mengalami gejala kleptomania.

Editor : Candra Mega Sari
#tanda #masalah kesehatan mental #kleptomania