Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Alergi Bulu Kucing? Jangan Panik, Ketahui Gejala dan Cara Mengatasinya

Amanda Zakiya Mufidatul Khoiroh • Jumat, 24 Januari 2025 | 13:00 WIB

Ilustrasi seseorang yang mengalami alergi bulu kucing
Ilustrasi seseorang yang mengalami alergi bulu kucing
JP Bogor - Bulu kucing mengandung zat yang dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Ketika seseorang yang alergi terpapar bulu kucing, tubuhnya akan menganggap zat tersebut sebagai ancaman dan melepaskan histamin yang menyebabkan gejala alergi.

Gejala alergi bulu kucing mirip dengan gejala alergi lainnya. Gejala bisa ringan atau berat, tergantung reaksi tubuh. Gejala muncul dalam menit hingga jam setelah kontak dengan bulu kucing.

Dilansir dari laman Alodokter.com, berikut beberapa gejala saat seseorang terkena alergi bulu kucing, antara lain:

1. Gejala Ringan

2. Gejala Berat

Gejala berat dari alergi bulu kucing umumnya dialami pada penderita alergi yang juga memiliki asma. Jadi, gejala alergi yang timbul dapat muncul bersamaan dengan serangan asma.

Langkah pertama untuk mengatasi alergi adalah menghindari pemicunya. Jika Anda memelihara kucing, disarankan untuk mengurangi interaksi dengan kucing. Karena alergi hewan sulit dihindari, dokter biasanya menyarankan mengkonsumsi obat alergi saat gejala muncul.

Berikut obat-obatan yang dapat membantu mengatasi alergi bulu kucing seperti yang dilansir dari laman Hellosehat.com.

1. Antihistamin

Obat antihistamin bekerja dengan menghambat produksi histamin, yakni zat kimia dalam reaksi alergi yang menyebabkan gatal, bersin, dan hidung meler.

2. Dekongestan

Tersedia dalam bentuk obat semprot hidung, dekongestan membantu mengempiskan hidung yang bengkak sehingga Anda bisa bernapas lega.

3. Kortikosteroid

Obat kortikosteroid dapat membantu meredakan peradangan dan mengurangi gejala pada sistem pernapasan. Efeknya pun cenderung lebih cepat.

4. Leukotriene Modifiers

Obat ini menghambat kerja leukotrien yakni zat kimia pada reaksi alergi yang bekerja seperti histamin.

Beberapa tips pencegahan untuk mengurangi kambuhnya gejala alergi hewan, terutama kucing dan anjing yakni menghindari pemicu alergi sebaik mungkin, mengganti seprai dan sarung bantal secara rutin, membersihkan rumah secara rutin, menggunakan air purifier atau penyaring HEPA di rumah, menyediakan kandang atau ruangan khusus bagi hewan, memandikan kucing dan membersihkan kandangnya secara rutin, tidak membiarkan hewan berkeliaran di rumah, terutama kamar tidur.

Editor : Candra Mega Sari
#gejala #alergi #bulu kucing #Cara Mengatasi