JP Bogor - Makanan pedas atau berbumbu tajam telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia. Hidangan yang sarat dengan cabai tidak hanya menggugah selera tetapi juga memberikan efek meningkatkan suhu tubuh, menjadikannya pilihan favorit di berbagai daerah.
Menurut laporan dari bbcgoodfood.com, mengonsumsi capsaicin—zat aktif dalam cabai—dapat mengaktifkan sejumlah sinyal di otak. Hal ini membuat kita lebih merasakan sensasi pedas daripada sekadar mengecap rasanya. Fenomena ini menjelaskan mengapa rasa pedas kerap diiringi dengan reaksi fisik, seperti berkeringat atau sensasi terbakar di mulut.
Penelitian juga menunjukkan bahwa rasa pedas berkaitan dengan aktivasi genetik tertentu. Ada gen spesifik yang menentukan bagaimana tubuh seseorang merespons capsaicin. Orang dengan variasi gen ini cenderung merasakan sensasi pedas lebih intens dibandingkan dengan yang lain.
Sebaliknya, mereka yang memiliki variasi gen berbeda mungkin mampu menyantap cabai paling pedas sekalipun tanpa menunjukkan reaksi berarti, seperti berkeringat atau merasa kepedasan.
Meski sensasi pedasnya bisa bervariasi pada setiap individu, konsumsi makanan pedas ternyata menawarkan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Apa saja manfaat tersebut? Mari kita bahas lebih lanjut.
1. Memanjangkan Umur
Dilansir dari Healthline, sebuah penelitian besar pada 2015 yang dilakukan oleh Harvard dan Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Nasional Tiongkok menemukan bahwa memakan makanan pedas setiap hari dapat menurunkan resiko kematian hingga 14 persen.
Capsaicin mengandung antioksidan yang dapat mengurangi resiko sindrom yang berkaitan dengan penuaan. Beberapa penelitian juga menemukan capsaicin dapat menolong mengatur kesehatan sel darah merah.
2. Mengurangi Berat Badan
Dilansir dari Piedmont, capsaicin diketahui mampu meningkatkan suhu tubuh dan metabolisme. Efek ini memungkinkan tubuh untuk membakar kalori lebih cepat. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa makanan pedas dapat meningkatkan metabolisme tubuh hingga 5 persen, memberikan dampak positif bagi proses pembakaran energi.
Selain itu, sebuah penelitian lain menemukan bahwa orang cenderung mengonsumsi sekitar 75 kalori lebih sedikit saat menyantap makanan pedas dibandingkan makanan yang tidak pedas. Hal ini menyoroti bagaimana makanan pedas dapat berkontribusi pada pengelolaan asupan kalori.
Menurut Cleveland Clinic, cabai dan bumbu-bumbu tertentu juga dapat memengaruhi selera makan. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa capsaicin berperan dalam memengaruhi hypothalamus, bagian otak yang bertugas mengontrol rasa lapar. Dengan demikian, makanan pedas tidak hanya menambah cita rasa, tetapi juga memiliki potensi membantu mengatur nafsu makan secara alami.
3. Anti-kanker
Beberapa penelitian menemukan capsaicin memiliki potensi sebagai pencegah dan penghancur sel kanker. Sebuah penelitian di UCLA menemukan capsaicin dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker prostat di tikus, sedangkan sel-sel yang baik tidak terpengaruh.
4. Mendorong Kesehatan Jantung
Beberapa bumbu, termasuk yang terkandung dalam makanan pedas, memiliki kemampuan untuk menghancurkan lemak pada makanan, sehingga secara langsung dapat mendukung kesehatan jantung.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan pedas dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2. Selain itu, cabai merah secara khusus memiliki manfaat dalam mengurangi efek buruk dari kolesterol jahat sekaligus melawan peradangan dalam tubuh.
Kandungan vitamin A dan C dalam cabai juga berkontribusi pada penguatan otot jantung. Tak hanya itu, sensasi panas yang dihasilkan oleh cabai mampu meningkatkan sirkulasi darah, membantu tubuh menjaga kesehatan sistem kardiovaskular secara keseluruhan.
5. Meningkatkan Toleransi Rasa Sakit dan Nyeri
Capsaicin telah lama dikenal karena manfaatnya dalam meredakan rasa nyeri. Dalam bentuk krim oles atau balsam, senyawa ini efektif mengurangi nyeri pada berbagai kondisi, seperti arthritis, fibromyalgia, nyeri otot, hingga migrain.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah