JP Bogor - Overthinking merupakan kebiasaan berpikir berlebihan yang membuat seseorang terjebak dalam siklus kekhawatiran tanpa akhir. Apabila tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat mengganggu fokus, produktivitas, bahkan kesehatan mental.
Misalnya saja, ketika terlalu banyak merenung, kita cenderung menciptakan masalah yang sebenarnya tidak ada atau membesar-besarkan hal kecil menjadi sesuatu yang sangat mengkhawatirkan. Hal ini tentunya akan melelahkan baik secara mental maupun fisik.
Untuk itu, penting mengetahui 6 cara mengatasi overthinking agar dapat menikmati hidup dengan lebih baik, dikutip dari laman YouTube Therapy in a Nutshell, Rabu (15/1).
1. Sadari dan Akui Overthinking Anda
Langkah pertama adalah menyadari bahwa anda sedang berpikir berlebihan. Kenali pola pikir anda dan katakan dengan lantang, "Saya sedang overthinking." Anda juga dapat meminta bantuan orang lain. Pelajari pemicu datangnya pikiran tersebut, seperti waktu tertentu atau situasi tertentu yang menjadi trigger, sehingga anda dapat mengatasinya.
2. Jadwalkan Waktu untuk Berpikir
Alih-alih membiarkan pikiran menguasai hari anda, tetapkan waktu tertentu untuk memikirkan kekhawatiran anda, misalnya pukul 2 siang selama 20 menit. Tuliskan kekhawatiran anda pada waktu tersebut, lalu tinggalkan pikiran itu hingga waktu yang dijadwalkan tiba. Strategi ini mengajarkan otak untuk memahami bahwa ada waktu dan tempat khusus untuk memikirkan hal-hal tersebut.
3. Alihkan Fokus ke Hal yang Lebih Membantu
Pikiran kita adalah mesin yang terus-menerus menghasilkan ide, namun tidak semua pikiran tersebut bermanfaat. Belajarlah untuk memilih mana yang akan anda percaya dan mana yang tidak. Gunakan teknik mindfulness untuk memfokuskan diri pada saat ini, seperti memperhatikan apa yang anda lihat, dengar, atau rasakan secara fisik.
4. Latih Pikiran Anda untuk Berpikir Konkret
Berpikir abstrak sering kali memicu overthinking. Alih-alih bertanya "Mengapa hidup saya selalu sulit?", coba fokus pada satu tindakan kecil yang bisa anda lakukan, seperti berjalan-jalan atau menyusun daftar tugas. Pertanyaan "Mengapa" cenderung memunculkan perasaan tidak berdaya, sementara pertanyaan "Apa yang bisa saya lakukan?" mengarahkan anda pada solusi yang lebih konkret.
5. Fokus pada Nilai dan Tujuan Anda
Mengubah fokus dari overthinking ke sesuatu yang benar-benar penting. Identifikasi hal apa saja yang ingin anda capai seperti kesehatan, keluarga, atau karier, lalu buat langkah kecil untuk mendukung nilai tersebut. Misalnya, jika anda menghargai kesehatan, luangkan waktu untuk berolahraga atau makan makanan bergizi.
6. Alihkan dengan Aktivitas Fisik
Ketika pikiran anda mulai berputar-putar tanpa arah, cobalah melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan, berolahraga, atau melakukan pekerjaan rumah. Aktivitas ini dapat membantu mengalihkan energi mental anda ke sesuatu yang lebih produktif.
Dengan mempraktikkan keterampilan ini secara konsisten, anda perlahan dapat keluar dari siklus overthinking dan menikmati kehidupan yang lebih tenang. Meski begitu, perlu diingat perubahan memerlukan latihan dan kesabaran, jadi jangan ragu untuk mencoba langkah-langkah kecil setiap hari.
Editor : Candra Mega Sari