Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Rambut Sering Berketombe? Ketahui Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Amanda Zakiya Mufidatul Khoiroh • Rabu, 15 Januari 2025 | 20:00 WIB
Ilustrasi seseorang yang mengalami ketombe
Ilustrasi seseorang yang mengalami ketombe

JP Bogor - Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang mana mengakibatkan kelembapan udara di negara ini sangat tinggi sehingga memungkinkan untuk tumbuhnya berbagai tanaman dan mikroorganisme dengan baik, salah satu mikroorganisme yang tumbuh dengan baik di Indonesia adalah jamur.

Beberapa jenis jamur yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia, seperti kondisi tropis di Indonesia menyebabkan kondisi kulit akan mudah berkeringat dan lembap. Hal ini menjadi faktor yang memungkinkan pertumbuhan jamur penyebab penyakit kulit, salah satunya adalah ketombe atau dandruff.

Ketombe adalah serpihan kulit kepala yang berwarna putih atau kuning. Serpihan ini mudah terlihat di kepala dan sering berjatuhan ke bahu. Meski tidak menular dan sangat jarang terjadi penyakit serius, ketombe di kepala dapat menurunkan rasa percaya diri bagi penderitanya.

Ketombe merupakan kondisi yang cukup umum terjadi, menurut penelitian ada sekitar 50% orang dewasa di seluruh dunia pernah mengalami ketombe di kepala dalam jangka panjang (kronis). Sedangkan pada bayi ketombe disebut cradle cap. Melansir dari Alodokter.com, kondisi ini mengakibatkan kulit kepala bayi menjadi bersisik. Keadaan ini dapat dialami oleh bayi yang baru lahir dan menghilang dengan sendirinya ketika bayi mulai memasuki usia 1 tahun dan tidak memerlukan penanganan khusus.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan, berikut beberapa penyebab terjadinya ketombe, antara lain:

Baca Juga: Air Hangat atau Air Dingin, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan Tubuh?

1. Jamur Malassezia sp yang Berkembang Biak di Kulit Kepala Orang Dewasa

Malassezia sp salah satu jamur yang hidup di kulit kepala sebagai flora normal pada kondisi udara yang panas dan lembab. Malassezia dapat menyebabkan penumpukan asam lemak dan terjadi peradangan sehingga menghasilkan ketombe.

2. Stres

Ketombe dapat dicegah dengan cara mengendalikan stres, karena stres berdampak ke kesehatan secara keseluruhan dan pastinya akan menyebabkan timbulnya ketombe di kepala.

3. Kulit Berminyak yang Mengalami Iritasi (Dermatitis Seboroik)

Minyak yang berlebihan pada rambut dapat menjadi sumber makanan jamur yang berkembang di kulit kepala, jamur akan merangsang pengelupasan kulit kepala berlebihan dan menyebabkan ketombe.

4. Kulit Kepala yang Kering

Pada kulit kering serpihan ketombe cenderung lebih kecil dan tidak begitu berminyak.

5. Bahan pada Produk Perawatan Rambut yang Mengiritasi Kulit Kepala

Akibat sensitivitas rambut terhadap produk-produk perawatan rambut tertentu atau pewarna rambut sehingga timbul reaksi dari kulit kepala. Salah satunya akan memunculkan ketombe.

6. Kurang Rajin Mencuci Rambut

Saat kulit kepala jarang dibersihkan dengan shampo, akan mengakibatkan minyak dan sel kulit mati akan menumpuk di kulit kepala yang mengakibatkan munculnya ketombe.

Cara Mengatasi Ketombe

Untuk mengatasi ketombe, keramas secara teratur adalah langkah pertama. Jika tidak berhasil, gunakan sampo antiketombe yang mengandung zinc karbonat, natrium klorida, dan zinc pirition. Hindari timbulnya ketombe dengan memilih produk perawatan rambut yang aman, mengonsumsi makanan sehat, dan mengelola stres dengan baik.

Jika ada gejala seperti gatal, merah, atau rasa terbakar, hentikan penggunaan produk produk yang anda gunakan untuk menghilangkan ketombe anda. Perhatikan tanda alergi seperti ruam atau sesak nafas, dan segera hubungi pihak medis jika muncul gejala tersebut. 

Baca Juga: Rambut Kering, Kusut, atau Berketombe? Coba Atasi dengan Masker Alami yang Mudah Dibuat Ini

Editor : Candra Mega Sari
#ketombe #gejala #penyebab #jamur #rambut