Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Phobia Gelap? Temukan Cara Menghadapinya dengan Dukungan Terapi untuk Hidup yang Lebih Tenang

Zulfa Putri Hardiyati • Rabu, 15 Januari 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi kecemasan sebagai salah satu gejala saat terkena fobia gelap
Ilustrasi kecemasan sebagai salah satu gejala saat terkena fobia gelap

JP Bogor - Phobia terhadap gelap, atau yang dikenal sebagai nyctophobia, merupakan ketakutan berlebihan yang tidak hanya mengganggu kenyamanan tetapi juga mempengaruhi kualitas hidup seseorang secara keseluruhan. Ketakutan ini sering kali membuat penderitanya merasa cemas, terutama saat berada di ruangan yang gelap atau saat malam tiba. Bahkan, bagi sebagian orang, sekadar membayangkan kondisi gelap sudah cukup memicu rasa takut yang intens.

Phobia gelap dapat menyebabkan gangguan tidur, perasaan tidak aman, hingga menghambat aktivitas sehari-hari yang melibatkan situasi minim cahaya. Walaupun terlihat sederhana, phobia gelap adalah masalah yang serius dan membutuhkan penanganan yang tepat.

Pendekatan yang tepat seperti terapi psikologis, teknik relaksasi, dan dukungan dari orang-orang terdekat, dapat membuat penderita phopia gelap kembali menjalani hidup dengan lebih nyaman.

Menurut Siloam Hospital, phobia gelap sering kali muncul akibat adanya pengalaman traumatis yang dialami dalam situasi gelap atau malam hari, seperti menjadi korban diikuti orang tidak dikenal di malam hari. Pengalaman ini dapat membuat seseorang merasa waspada setiap kali malam tiba.

Oleh karena itu, phobia gelap kerap dikaitkan dengan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Selain itu, faktor lain yang berkontribusi terhadap munculnya phobia gelap meliputi obsessive-compulsive disorder (OCD), gangguan kecemasan, depresi, serangan panik, penyalahgunaan obat-obatan, gangguan mental, atau riwayat fobia dalam keluarga.

Pada tingkat yang ekstrem, pengidap phobia gelap mengalami ketakutan atau kecemasan yang luar biasa saat berada dalam kegelapan atau bahkan hanya membayangkannya.

Kondisi tersebut dapat memicu berbagai gejala fisik dan emosional, seperti kesulitan menelan (disfagia), mulut kering, pusing, sakit kepala, keringat berlebihan (hiperhidrosis), serangan panik, denyut jantung yang meningkat, nyeri dada, emosi yang intens hingga menangis atau berteriak saat berada dalam gelap, serta mual dan muntah saat memikirkan kegelapan atau malam hari.

Penderita juga dapat mengalami kesulitan bernapas atau napas yang terengah-engah sebagai respons terhadap rasa takut tersebut.

Menurut alodokter.com, ada beberapa metode yang efektif untuk mengatasi fobia terhadap gelap atau yang dikenal sebagai nyctophobia. Berikut adalah beberapa pendekatan yang dapat dilakukan:

1. Psikoterapi

Psikoterapi membantu individu memahami dan mengelola perasaan cemas yang muncul akibat fobia gelap. Salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah terapi perilaku kognitif. Terapi ini bertujuan menggantikan pikiran negatif dengan pola pikir yang lebih rasional dan positif saat menghadapi kegelapan. Dengan bimbingan psikolog atau psikiater, pasien dilatih untuk tetap tenang dan memahami bahwa berada di tempat gelap tidak selalu berarti bahaya.

Baca Juga: Tembok Penahan Tanah di Ciawi Bogor Longsor dan Timpa Dua Rumah Warga, Satu Keluarga Mengungsi

2. Terapi Paparan (Eksposur)

Terapi ini dilakukan secara bertahap untuk membantu pasien menghadapi ketakutannya. Psikolog atau psikiater akan memulai dengan paparan kecil, seperti membayangkan kegelapan, sebelum akhirnya membawa pasien langsung ke tempat gelap. Proses ini dilakukan secara perlahan untuk membantu pasien mengendalikan rasa takut dan cemas, hingga akhirnya dapat berada di kegelapan tanpa merasa terancam.

3. Terapi Relaksasi

Teknik relaksasi seperti pada pernapasan yoga, juga efektif dalam membantu mengatasi gejala fisik dan emosional akibat fobia gelap. Metode ini membantu pasien menjadi lebih rileks, mengurangi stres, dan mengendalikan reaksi tubuh seperti denyut jantung yang meningkat atau napas yang terengah-engah saat menghadapi kegelapan.

Jika metode terapi tidak cukup efektif, dokter mungkin akan meresepkan obat penenang untuk membantu pasien merasa lebih tenang.

Namun, pemberian obat penenang biasanya bersifat sementara dan digunakan hanya untuk mengurangi gejala akut. Fobia gelap yang tidak kunjung membaik atau telah berlangsung lebih dari 6 bulan, terutama jika sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera dikonsultasikan ke psikiater atau psikolog.

Fobia yang dibiarkan tanpa penanganan dapat memperburuk kondisi emosional dan kualitas hidup seseorang. Mengatasi phobia gelap membutuhkan keberanian dan konsistensi. Dengan bantuan terapi yang tepat dan dukungan dari tenaga ahli, rasa takut terhadap kegelapan dapat diatasi secara bertahap.

Dengan penanganan yang baik, Anda dapat kembali menjalani hidup dengan nyaman dan tanpa rasa takut yang berlebihan. Ingatlah, keberanian untuk mencari bantuan adalah langkah awal yang sangat berarti dalam proses penyembuhan.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#gelap #ketakutan #phobia #terapi #nyctophobia