Penulis Zaira Akmal
JP Bogor - Attachment style pada manusia itu sangat penting. Dengan memahami beberapa ciri attachment, Anda dapat menentukan perlakuan yang tepat terhadap seseorang, sehingga mengurangi risiko kesalahpahaman.
Beberapa jenis attachment style adalah avoidant attachment, anxious attachment, secure attachment, dan disorganized attachment. Kali ini, pembahasan akan lebih fokus pada avoidant attachment style.
Dikutip dari klikdokter.com, Psikolog Ikhsan Bella Persada menjelaskan bahwa avoidant attachment style adalah pola perilaku atau sikap di mana seseorang, termasuk anak-anak, cenderung memiliki pandangan negatif terhadap orang lain.
"Dalam interaksi yang dilakukan, ia akan berusaha agar tidak bergantung pada orang lain. Mereka akan cenderung melakukan sesuatu sendiri daripada harus bekerja sama dengan orang lain," tuturnya.
Avoidant attachment style adalah respons seseorang yang ditandai dengan kecenderungan menjauh ketika ada orang lain yang mencoba mendekati, apa pun konteksnya.
Dikutip dari Halodoc, avoidant attachment merupakan teori yang berarti kegagalan membangun hubungan jangka panjang dengan orang lain. Alasannya karena ketidakmampuan untuk terlibat dalam keintiman fisik dan emosional.
Umumnya, pemilik karakteristik avoidant attachment tumbuh dewasa dengan pola asuh, seperti:
- Sering ditinggalkan dan mengurus diri sendiri
- Dipaksa untuk mandiri
- Sering ditegur karena terlihat manja
- Sering ditolak karena mengutarakan kebutuhan atau perasaan
Orang yang memiliki karakter attachment style ini, belajar untuk memiliki rasa kemandirian yang kuat. Hal ini berujung pada ketidakmauan bergantung pada orang lain untuk mendapatkan perawatan atau dukungan. Beberapa tandanya meliputi:
- Terus-menerus menghindari keterikatan emosional atau fisik
- Merasakan rasa kemandirian yang kuat
- Merasa tidak nyaman untuk mengungkapkan perasaan
- Meremehkan orang lain
- Sulit mempercayai orang
- Merasa terancam oleh siapa pun yang mencoba mendekat
- Menghabiskan lebih banyak waktu sendirian ketimbang berinteraksi dengan orang lain
- Mempercayai bahwa tidak membutuhkan orang lain dalam hidup
Avoidant attachment dapat dianggap sebagai gangguan jika mulai mengganggu diri sendiri dan memengaruhi kualitas hubungan dengan orang lain.
Avoidant attachment dapat mencegah terjadinya hubungan yang sehat dengan pasangan, keluarga, atau teman. Oleh karena itu, Anda bisa berusaha untuk mengubahnya secara perlahan.
Anda bisa mencoba terapi perilaku kognitif dari tenaga profesional. Jika dilakukan secara konsisten, pikiran dan perilaku bisa meningkat dengan cepat. Tak hanya itu, upaya pencegahan avoidant attachment juga bisa dilakukan oleh orang tua.
Itulah penjelasan mengenai avoidant attachment style yang dapat membantu Anda memahami lebih dalam tentang kondisi ini dan menyadari bahwa ada orang yang mengalaminya. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah