Apa Itu Air Dingin?
Weiner menjelaskan bahwa suhu air dingin yang berasal dari kulkas umumnya sekitar 5 derajat Celsius. Sementara itu, air dari keran yang cukup dingin berada di kisaran 15-16 derajat Celsius, sedangkan air pada suhu ruangan, yang kita ambil langsung dari keran, memiliki suhu sekitar 25 derajat Celsius.
Apakah Air Dingin Baik untuk Tubuh?
Meski banyak penelitian mengenai pentingnya hidrasi, riset yang membahas efek suhu air bagi tubuh masih terbatas. Weiner menjelaskan bahwa, meski air dingin memberikan kesegaran, tidak ada bukti ilmiah yang cukup untuk membuktikan bahwa air dingin lebih baik dibandingkan air hangat atau suhu ruangan.
Manfaat Air Dingin untuk Atlet
Dalam dunia olahraga, air dingin sering kali menjadi pilihan utama, terutama bagi atlet. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa air keran dingin bisa membantu menurunkan suhu tubuh lebih cepat setelah aktivitas fisik. Selain itu, air dingin juga lebih efektif dalam menghentikan keringat.
Baca Juga: Early Bird atau Night Owl? Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatanmu?
Refleks Tubuh Terhadap Air Dingin
Weiner juga menjelaskan bahwa tubuh kita memiliki refleks alami terhadap air dingin. Ketika kita minum air dingin, tubuh langsung mengenali cairan yang masuk, dan proses hidrasi dimulai. Refleks ini memungkinkan tubuh menyerap cairan lebih cepat daripada jika kita minum air dengan suhu yang lebih hangat.
Mengonsumsi Es untuk Bakar Kalori
Selain itu, Weiner menyebutkan bahwa mengonsumsi es juga bisa membantu tubuh membakar kalori. Tubuh memerlukan energi untuk mencairkan es dan menyesuaikannya dengan suhu tubuh. Berdasarkan perhitungannya, setiap ons es yang kita makan dapat membakar sekitar lima kalori. Jadi, makan es bisa jadi cara menyenangkan untuk menambah pembakaran kalori.
Peran Air Hangat dalam Pencernaan
Walaupun air dingin punya banyak manfaat, air hangat juga tak kalah penting, terutama untuk kondisi kesehatan tertentu. Salah satunya adalah bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan. Banyak orang merasa lebih nyaman meminum air hangat setelah makan karena dipercaya dapat membantu melancarkan pencernaan dan meredakan rasa tidak nyaman di perut.
Air Hangat untuk Penderita Akalasia
Pada penderita akalasia, sebuah kondisi langka yang mempengaruhi fungsi kerongkongan, air hangat bisa memberikan manfaat. Penelitian menunjukkan bahwa air hangat dapat membantu melemaskan otot esofagus dan mengurangi gejala akalasia. Sebaliknya, air dingin dapat memperburuk kondisi tersebut.
Air Hangat untuk Relaksasi
Selain untuk pencernaan, air hangat juga terkenal dengan efek menenangkannya. Banyak orang yang merasa nyaman minum air hangat atau teh hangat setelah seharian beraktivitas. Hal ini mungkin terkait dengan efek psikologis yang ditimbulkan, yang membuat tubuh lebih rileks dan membantu mengurangi stres.
Efek Negatif Air Dingin bagi Sebagian Orang
Secara umum, minum air dingin tidak berisiko besar bagi kesehatan. Namun, bagi sebagian orang dengan masalah pencernaan atau sensitivitas terhadap suhu, air dingin bisa memperburuk gejala, seperti sakit perut atau masalah pernapasan. Jika kamu memiliki kondisi tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan pilihan suhu air.
Pilih yang Mana, Air Hangat atau Dingin?
Pada akhirnya, pilihan antara air hangat atau dingin tergantung pada preferensi masing-masing individu. Jika kamu merasa lebih nyaman dengan air dingin yang menyegarkan, itu bukan masalah. Begitu juga jika kamu lebih suka air hangat untuk kenyamanan dan relaksasi. Yang terpenting adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Editor : Candra Mega Sari