JP Bogor - Marah adalah emosi yang normal. Namun, anda harus waspada jika terlalu sering marah, terutama karena hal-hal sepele atau tanpa alasan yang jelas, karena kondisi ini dapat menjadi indikasi kesehatan mental, seperti Borderline Personality Disorder (BPD).
Melansir dari Halodoc.com, sering marah bisa menjadi gejala gangguan kepribadian ambang. Suasana hati, citra diri, dan perilaku impulsif adalah tanda gangguan mental. Cara berpikir, perspektif, dan perasaan seseorang yang didiagnosis dengan BPD berbeda dari orang lain pada umumnya.
Gangguan ini dapat mengurangi kualitas hidup pengidapnya, salah satunya dalam menjalin hubungan dalam keluarga, teman, dan lingkungan kerja. Gangguan ini biasanya muncul saat menjelang usia dewasa. BPD dapat diatasi seiring bertambahnya usia melalui pengobatan dan psikoterapi. Gangguan kepribadian ini biasanya muncul pada usia remaja menjelang dewasa dan dapat bertahan hingga dewasa, dengan gejala yang dapat berupa ringan hingga berat.
Oleh karena itu, anda harus waspada jika marah terus-menerus, tidak terkendali, dan tidak wajar, karena emosi ini dapat membuat orang lain tersinggung, mengganggu lingkungan sekitar, mengganggu aktivitas sehari-hari, dan bahkan menjadi gejala gangguan mental.
Dilansir dari laman Alodokter.com dan Klikdokter.com, berikut beberapa penyebab seseorang mudah emosi.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Sehat untuk Mencegah Obesitas dan Menjaga Kesehatan Tubuh
1. Sulit untuk Berkomunikasi
Keluarga memainkan peran penting dalam menimbulkan kemarahan. Orang yang mudah marah biasanya berasal dari keluarga yang tidak teratur dan tidak terampil dalam berkomunikasi.
2. Kurang Tidur
Kurang tidur dikaitkan dengan suasana hati yang buruk dan tingkat stres yang tinggi, yang membuat anda lebih mudah marah.
3. Latar Belakang Keluarga
Gen mungkin menjadi penyebab orang marah tanpa sebab, beberapa anak mudah tersinggung dan marah sejak usia dini.
4. Stres
Faktanya, stres dapat menyebabkan kemarahan. Saat anda merasa terancam atau stres, tubuh anda perlu mengeluarkan reaksi alami seperti marah, untuk melindungi diri.
5. Gangguan Bipolar
Perubahan suasana hati yang signifikan terjadi pada penderita gangguan bipolar. Yang tadinya sangat senang menjadi marah dan tersinggung dengan cepat. Perubahan mood ini dapat terjadi selama episode manik hingga depresif.
6. PMS (Sindrom Pramenstruasi)
Karena ketidakseimbangan hormon seperti estrogen dan progesteron, wanita dengan sindrom pramenstruasi (PMS) lebih sering marah tanpa alasan yang jelas.
Mood wanita dapat berubah dua minggu sebelum menstruasi atau dua minggu terakhir siklus menstruasi, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists.
Jika anda mengalami gejala gangguan emosi lainnya atau sering marah tanpa alasan yang jelas, jangan ragu untuk mendapatkan bantuan profesional untuk menjaga kualitas hidup anda dan menjaga kesehatan mental anda.
Baca Juga: Masih Lelah Setelah Tidur Cukup? Ini Dia Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Editor : Candra Mega Sari