Seseorang dapat dikatakan memiliki kesehatan mental yang baik jika ia merasa tenang dalam hidupnya. Jika tidak, ia mungkin kesulitan mengendalikan emosi yang dapat mempengaruhi hubungan dan pemikiran, bahkan timbul keinginan untuk melukai diri sendiri. Kesehatan mental yang baik memungkinkan seseorang berpikir jernih dan fokus. Kesehatan mental juga perlu dijaga sama halnya dengan kesehatan fisik. Tanpa penanganan yang tepat, masalah mental dapat menurunkan kualitas hidup, produktivitas, dan hubungan sosial. Oleh karena itu, setiap individu terutama remaja diharapkan menjaga kesehatan mental dan mengenali tanda-tanda gangguan mental.
Ciri-ciri gangguan mental yang dialami seseorang berbeda-beda, tergantung dari jenis penyakit mental yang diderita. Namun, terdapat beberapa gejala umum yang dapat dialami oleh penderita kesehatan mental.
Dilansir dari laman siloamhospitals.com berikut beberapa gejala gangguan kesehatan mental yang perlu diketahui:
- Sulit berkonsentrasi dan fokus
- Kesulitan dalam mengatasi stres atau masalah sehari-hari
- Mudah emosi secara berlebihan dan rentan melakukan kekerasan
- Suka berteriak atau berkelahi
- Sering berhalusinasi atau menjadi paranoid
- Menarik diri dari aktivitas sosial
- Kehilangan semangat dan minat untuk melakukan aktivitas yang awalnya disukai
- Muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri (self harm) atau menyakiti orang lain
- Munculnya pikiran untuk bunuh diri (suicidal thoughts)
- Munculnya perubahan suasana hati secara tiba-tiba
Baca Juga: 10 Manfaat Daun Kelor, Superfood yang Bisa Jaga Kesehatan Jantung dan Turunkan Risiko Diabetes
Dengan demikian, penting pula bagi kita untuk selalu mengawasi orang sekitar kita, apakah mereka mengalami gangguan mental health dan jika iya, maka segera bawa mereka ke dokter spesialis jiwa atau psikiater.
Berbicara dari hati ke hati dengan anak remaja anda tentang kondisi dan kesehatan mentalnya adalah langkah awal penting. Jika anda khawatir tentang kesehatan mental anak, ajak mereka berbicara. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dan bahwa anda peduli. Anak mungkin memerlukan bantuan anda untuk mendapatkan dukungan profesional.
Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berikut beberapa ide untuk mendorong anak remaja berbicara tentang perasaan mereka:
- Katakan bahwa orang dewasa juga menghadapi masalah yang sulit diatasi dan akan lebih mudah jika kita mendapat dukungan dari orang lain.
- Beri tahu bahwa merasa khawatir stres atau sedih adalah hal biasa.
- Diskusikan masalah dapat membantu memperjelas perasaan.
- Sarankan orang lain yang bisa diajak bicara jika mereka tidak nyaman berbicara dengan anda.
- Beri tahu bahwa konseling dokter bersifat rahasia.
- Tekankan bahwa anda akan selalu ada untuk mereka dan ia tidak sendirian banyak orang sekelilingnya yang menyayangi dan berada di sampingnya kapanpun jika dia siap untuk berbicara.
- Jika mereka menolak bantuan, sampaikan kekhawatiran anda dan dorong untuk mendapat nasihat profesional.