JP Bogor - Berlian sering dipilih untuk cincin pertunangan karena keindahannya dan kekerasannya yang luar biasa. Berlian sangat kuat, sehingga tahan lama dan tidak mudah rusak.
Dilansir dari Do Amore, ada yang disebut Skala Kekerasan Mohs, yang digunakan untuk mengukur seberapa keras batu permata dan mineral, dengan skala dari 1 (paling lemah) hingga 10 (paling keras). Berlian memiliki nilai 10/10 di skala ini.
Namun, berlian harganya cukup mahal, sehingga tidak semua orang bisa membelinya. Karena itu, ada beberapa pilihan batu permata lain yang bisa digunakan sebagai cincin pertunangan.
Dihimpun oleh JP Bogor, berikut beberapa alternatif batu permata selain berlian untuk cincin pertunangan.
1. Zamrud
Dilansir dari Gatsby Jewellry, batu zamrud adalah salah satu pilihan populer dan terbaik untuk cincin pertunangan. Batu ini memiliki peringkat 7.5/10 pada skala kekerasan Mohs.
Zamrud hadir dalam berbagai nuansa hijau, yang bervariasi berdasarkan keterangan dan tingkat kegelapannya.
Namun, sebelum membeli cincin dengan batu zamrud, penting untuk memeriksa apakah batu tersebut memiliki inklusi. Jika ada inklusi yang mencapai permukaan batu, sebaiknya hindari memilihnya karena bisa berisiko retak.
2. Topaz
Batu topaz lebih keras dari zamrud, dengan peringkat 8/10 pada skala Mohs, sehingga dapat menjadi pilihan yang bagus. Selain itu, topaz memiliki beberapa warna, dari biru, pink, kuning, hingga tanpa warna.
Batu topaz biasanya berukuran besar. Satu batu saja bisa dibuat menjadi cincin dengan ukuran yang lebih besar.
Disarankan untuk memilih batu topaz yang jernih dan tidak terlalu terang atau gelap.
Baca Juga: Mengungkap Makna Hari Raya Galungan: Kemenangan Dharma dan Keseimbangan Alam Semesta
3. Moissanite sintetis
Menurut Haywood Gems, batu moissanite sintetik adalah batu buatan manusia yang memiliki kemiripan luar biasa dengan berlian. Jika dipotong dan diukir dengan baik, moissanite dapat menghasilkan kilauan yang setara dengan berlian.
Batu moissanite juga sangat keras, dengan peringkat 9.25/10 pada skala Mohs. Ini membuatnya cocok untuk digunakan sehari-hari karena tidak mudah tergores.
Keuntungan lain dari batu moissanite sintetis adalah harganya yang lebih terjangkau dibandingkan berlian alami.
4. Spinel
Batu spinel bisa menjadi alternatif yang baik untuk menggantikan berlian karena memiliki berbagai pilihan warna dan kekerasan 8/10 pada skala Mohs.
Batu spinel tersedia dalam warna merah, biru, pink, dan ungu. Batu ini juga cukup jernih, meskipun ada beberapa yang mengandung inklusi.
Karena variasi warnanya, batu spinel sering disangka sebagai batu delima atau safir hingga abad ke-19.
Namun, karena spinel cenderung lebih murah daripada batu delima dan safir, batu ini menjadi lebih disukai. Meskipun demikian, dengan meningkatnya permintaan, harga spinel kini mulai mendekati harga batu delima dan safir.
5. Safir dan delima
Safir dan delima berasal dari jenis batu yang sama. Batu dengan warna merah termasuk dalam kategori delima, sementara batu dengan warna selain merah masuk dalam kelompok safir.
Safir dan delima merupakan batu yang sangat keras setelah berlian, dengan peringkat 9/10 pada skala Mohs.
Selain itu, ada beberapa batu delima dan safir yang bebas dari inklusi, sehingga menghasilkan kilau yang indah dan kepadatan yang menawan.
6. Alexandrite
Batu alexandrite adalah pilihan yang menarik karena memiliki tingkat kekerasan yang cukup tinggi, yakni 8.5/10 pada skala Mohs.
Keunikannya alexandrite terletak pada kemampuannya untuk berubah warna, di mana batu ini akan tampak hijau di bawah sinar matahari dan berubah menjadi merah saat berada di bawah cahaya lampu dalam ruangan.
Akan tetapi, beberapa batu alexandrite memiliki inklusi, sehingga harus memperhatikan apakah inklusinya mencapai permukaan atau tidak.
Saat memilih alexandrite untuk cincin pertunangan, kualitas warna dan perubahan warna harus menjadi prioritas utama. Umumnya, pasangan lebih menyukai warna yang lebih lembut pada batu ini.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah