Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Memperingati Hari Hipnotisme Sedunia: Cari Tahu Sejarah hingga Manfaat Hipnosis yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Shania Vivi Armylia Putri • Sabtu, 4 Januari 2025 | 10:44 WIB
Ilustrasi proses hipnotisme
Ilustrasi proses hipnotisme

JP Bogor - Tanggal 4 Januari diperingati sebagai Hari Hipnotisme Sedunia. Tahukah Anda mengapa Hari Hipnotisme ini diperingati?

Melihat dari sejarah, awalnya hipnotisme disebut sebagai hipnosis. Praktik hipnosis ini bermula pada tahun 1770 oleh dokter Jerman bernama Franz Mesmer.

Franz Mesmer memperkenalkan metode hipnosis untuk mengobati pasiennya di Paris dan Wina Metode terapi lewat hipnosis ini ternyata terbukti berhasil. Praktisi medis lain pun tertarik pada metode Franz dan menyebutnya sebagai mesmerisme.

Metode yang dikembangkan oleh Franz awalnya mendapatkan pandangan negatif, karena banyak orang mengaitkannya dengan praktik okultisme.

Meskipun demikian, setelah melalui berbagai stigma, perkembangan hipnosis terus berlanjut. Pada tahun 2004, Tom Nicoli, seorang ahli hipnosis bersertifikat, memperkenalkan istilah hipnotisme secara lebih luas dan bahkan menginisiasi perayaan untuk menghormati praktik ini.

Tujuan Adanya Hari Hipnotisme Sedunia

Hari Hipnotisme Sedunia dirayakan dengan tujuan untuk memberikan edukasi mengenai hipnotisme dan mengatasi berbagai mitos negatif yang beredar.

Perayaan ini menyelenggarakan berbagai acara, termasuk layanan konsultasi gratis, untuk mengajarkan bagaimana hipnotisme dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan. Selain itu, acara ini juga menyajikan bukti-bukti yang dapat membantu mengklarifikasi kesalahpahaman tentang hipnotisme.

Praktik Hipnotisme di Indonesia

Praktik hipnotisme mulai populer di Indonesia, salah satunya melalui selebritis Uya Kuya.

Melalui tayangan televisi, hipnotisme sering kali digunakan sebagai hiburan, di mana orang diminta mengaku atau mengikuti perintah yang diberikan.

Manfaat Hipnotisme

Saat ini, hipnotisme lebih dikembangkan ke hal-hal yang positif contohnya pada lembaga pendidikan.

Ternyata, hipnotisme memiliki manfaat besar dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Salah satunya adalah hypnostudying, sebuah metode yang menggunakan hipnotisme untuk membangkitkan semangat dan antusiasme dalam belajar.

Pada metode ini, peserta didik diberikan sugesti positif agar memiliki motivasi yang tinggi dan semangat yang besar dalam proses belajar. Sugesti positif ini membantu menghilangkan mental-block yang sering kali muncul akibat keyakinan yang membatasi diri.

Selain itu, hipnotisme juga diterapkan dalam bentuk hipnoterapi, yang bertujuan untuk mengubah persepsi dan perilaku seseorang dengan mempengaruhi mekanisme otak. Hipnoterapi sering digunakan untuk mengatasi masalah mental seperti kecemasan, fobia, dan depresi, serta untuk mengubah kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol, dan penyalahgunaan obat.

Proses hipnoterapi dilakukan oleh terapis yang memberikan sugesti untuk menciptakan keadaan emosional yang positif. Bagi penderita fobia, hipnoterapi membantu mengurangi kecemasan dan mengajarkan cara untuk lebih tenang dalam menghadapi situasi tersebut.

Pada perokok, hipnoterapi dapat mengurangi ketergantungan dengan membangun emosi positif terhadap kebiasaan merokok dan menciptakan penolakan terhadap bau dan asap rokok. Bahkan, bagi penderita kanker, hipnoterapi dapat mendukung proses pemulihan dengan memprogram ulang sikap mental terhadap penyakit yang diderita.

Metode hipnotisme ini terbukti memiliki banyak manfaat dalam mengatasi masalah perilaku dan mendukung kesembuhan individu.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#4 Januari #manfaat #hipnotisme #Hari Hipnotisme Sedunia #Hipnosis #sejarah