Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Mengenal 4 Misa Natal dalam Liturgi Katolik dan Maknanya

Candra Mega Sari • Rabu, 25 Desember 2024 | 12:00 WIB
Umat Katolik mengikuti Misa Malam Natal di Gereja Katedral, Jakarta, Sabtu (24/12/2022).
Umat Katolik mengikuti Misa Malam Natal di Gereja Katedral, Jakarta, Sabtu (24/12/2022).

JP Bogor - Umat Kristiani di Indonesia umumnya merayakan misa Natal sebanyak dua kali, yakni Misa Malam Natal dan Misa Hari Raya Natal. Namun, tahukan kamu bahwa berdasarkan tata ibadah Gereja Katolik atau Liturgi Romawi, misa Natal sebenarnya terdiri dari empat kali perayaan.

Dalam Liturgi Romawi, perayaan Natal dibagi menjadi empat jenis misa yaitu, Misa Vigili, Misa Malam Natal, Misa Fajar, dan Misa Siang. Meski memiliki sebutan yang berbeda, secara struktural, keempat misa tidak jauh berbeda dengan misa pada hari raya atau hari Minggu biasa.

Kendati demikian, setiap misa Natal memiliki bacaan yang berbeda-beda, menegaskan kekhasan masing-masing misa. Semua aktifin (pembuka dan komuni) dan bacaan (pertama, kedua, dan Injil) dari empat misa bertema seputar kedatangan atau Kelahiran Tuhan.

Melansir dari RRI dan situs resmi Gereja Katedral Jakarta, berikut adalah penjelasan mengenai empat misa dalam Liturgi Romawi.

1. Misa Vigilia (In Vigilia)

Misa Vigilia Natal merupakan tradisi liturgi yang sudah berlangsung sejak lama dalam Gereja Katolik. Kata "Vigilia" sendiri berasal dari bahasa Latin yang artinya "menjaga" atau "menantikan".

Misa ini memiliki suasana yang penuh harap dan antisipasi. Namun, beberapa gereja memilih untuk menggabungkan Misa Vigilia dengan Misa Malam Natal. Jika tidak dirayakan secara terpisah, bacaan dari Misa Vigilia tetap digunakan sebagai doa untuk menyambut Natal.

2. Misa Malam Natal (Natalia Domini)

Istilah "Natalis Domini" yang berarti "kelahiran Tuhan" dalam bahasa Latin menjadi penanda resmi perayaan Natal dalam liturgi Gereja Katolik.

Keunikan Misa Malam Natal terletak pada waktu pelaksanaannya yang jatuh pada tengah malam, menandai peralihan ke tanggal 25 Desember. Momen ini seolah-olah mengajak umat untuk ikut merasakan pengalaman para gembala yang berjaga di malam kelahiran Yesus. Dengan demikian, makna kelahiran Sang Juruselamat dapat lebih mendalam.

3. Misa Fajar (In Aurora)

"In Aurora" merupakan istilah yang indah yang mengundang kita untuk merenungkan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai sumber cahaya. Misa Fajar merupakan momen istimewa bagi umat Katolik untuk merayakan kelahiran Sang Juruselamat dalam suasana penuh sukacita dan syukur.

Misa Fajar terilhami dari reaksi para gembala yang melihat penampakan para malaikat yang menertawakan kelahiran Yesus pada malam hari. Sebelum Fajar, mereka bergegas ke Betlehem mencari bayi yang baru saja lahir seperti dikatakan malaikat.

4. Misa Siang Natal (in Die)

Misa Siang Natal (In Die) adalah puncak dari perayaan Natal. Misa ini dirayakan untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus sebagai Juruselamat dunia. Nama "Siang" dipilih karena melambangkan kemuliaan Kristus yang menyinari dunia. Meskipun namanya Misa Siang, misa ini seringkali dirayakan hingga sore hari.

radisi Gereja Katolik memberikan kebebasan bagi para imam untuk merayakan semua Misa Natal. Bahkan, Paus sendiri biasanya merayakan keempat Misa Natal.

Setelah Misa Siang, umat Kristiani saling mengucapkan selamat Natal sebagai tanda sukacita atas kelahiran Sang Juruselamat.

Editor : Candra Mega Sari
#misa natal #liturgi romawi #gereja katolik