JP Bogor - Banyak orang sering diingatkan betapa pentingnya menjaga tubuh tetap terhidarasi. Namun pernahkan terlintas di pikiran, apakah minum banyak air atau overhidrasi justru berbahaya? Jika iya, bagaimana cara mengenali tanda-tandanya?
Ternyata, overhidrasi bisa menimbulkan berbagai gejala, mulai dari yang ringan hingga yang membahayakan nyawa.
Resiko serius seperti kematian akan muncul jika Anda minum air dalam jumlah berlebihan, terutama jika tubuh kehilangan elektrolit penting seperti natrium.
"Minum terlalu banyak air dapat menyebabkan hiponatremia, yaitu ,” ujar Kristin Koskinen, RDN, ahli gizi terdaftar di Richland, Washington, dilansir dari laman eatingwell.com.
Natrium merupakan elektrolit yang berperan dalam mengatur distribusi air di seluruh tubuh dan jumlah yang dibuang melalui kandung kemih.
"Meskipun keracunan air sangat jarang terjadi, kondisi ini tetap memungkinkan jika asupan air melebihi kapasitas tubuh untuk mengeluarkannya," jelas Koskinen.
Hiponatremia Bisa Menyebabkan Kematian
Hiponatremia adalah kondisi langka, tetapi saat terjadi, biasanya dialami oleh atlet dengan daya tahan tinggi atau orang-orang dengan masalah kesehatan tertentu.
Kondisi yang bisa mengancam nyawa ini sering muncul selama atau setelah kehilangan cairan yang signifikan akibat keringat, terutama jika seseorang hanya mengonsumsi air putih tanpa tambahan elektrolit.
Gejala hiponatremia atau keracunan air yang parah meliputi kebingungan, rasa lemas, mual, hingga muntah. Jika ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan, retensi air dan kembung juga bisa terjadi. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kejang, koma, bahkan kematian.
Namun, kabar baiknya, risiko keracunan air dan hiponatremia biasanya tidak perlu dikhawatirkan dalam rutinitas hidrasi harian.
Tubuh secara alami memiliki mekanisme untuk mencegah konsumsi air berlebih, seperti memberikan efek samping ringan namun cukup mengganggu agar Anda mengurangi asupan cairan.
Baca Juga: 10 Manfaat Daun Kelor, Superfood yang Bisa Jaga Kesehatan Jantung dan Turunkan Risiko Diabetes
Tanda-tanda Minum Terlalu Banyak Air
1. Urine Terlalu Bening
Warna dan frekuensi urine bisa menjadi petunjuk sederhana untuk mengetahui apakah Anda sudah cukup terhidrasi. Biasanya, urine berwarna kuning pucat hingga hampir bening, tergantung pada jumlah cairan yang diminum.
Namun, jika urine Anda sering terlihat bening, ini bisa jadi tanda bahwa Anda minum terlalu banyak air dalam waktu singkat atau secara berlebihan. Perlu diingat, suplemen tertentu juga dapat memengaruhi warna urine, jadi metode ini mungkin tidak selalu akurat dalam semua situasi.
2. Sering Buang Air Kecil
Jika Anda terus bolak-balik ke kamar mandi, mungkin itu adalah tanda Anda minum terlalu banyak air. Faktor lain seperti konsumsi kafein atau alkohol juga bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Normalnya, seseorang buang air kecil 6–8 kali sehari, namun angka ini bisa meningkat hingga 10 kali pada orang yang minum banyak cairan. Jika frekuensi ini mulai mengganggu aktivitas Anda, dan urine Anda bening, pertimbangkan untuk mengurangi asupan air.
4. Merasa Kembung atau Mual
Ginjal hanya dapat memproses sekitar 800–1.000 mililiter air per jam. Jika asupan cairan Anda melebihi batas ini, tubuh bisa "kebanjiran". Akibatnya, sel-sel tubuh membengkak, termasuk di perut, yang menyebabkan rasa kembung atau mual.
Jika rasa mual muncul saat Anda berpikir untuk minum lebih banyak air, itu mungkin sinyal untuk mengurangi konsumsi cairan Anda.
5. Sakit Kepala atau Kabut Otak
Kadar natrium dalam darah dapat menurun akibat asupan air yang berlebihan, menyebabkan sel-sel tubuh, termasuk di otak, membengkak. Karena ruang di tengkorak terbatas, pembengkakan ini dapat meningkatkan tekanan, yang berujung pada sakit kepala dan kabut otak.
Untungnya, kebanyakan orang tidak sampai mengalami efek serius ini, tetapi penting untuk memperhatikan kebiasaan minum Anda agar terhindar dari masalah ini.
Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan Tubuh?
Tidak ada patokan pasti untuk kebutuhan air harian, karena hal ini bergantung pada cuaca, aktivitas fisik, dan pola makan Anda. Secara umum, pria disarankan minum sekitar 3,7 liter per hari dan wanita 2,7 liter. Namun, cairan tidak hanya berasal dari air putih; sup, buah, sayur, serta minuman lain juga berkontribusi pada kebutuhan hidrasi Anda.
Jika Anda aktif atau sering berkeringat, menimbang berat badan sebelum dan sesudah olahraga bisa membantu menghitung cairan yang hilang. Untuk setiap pon berat badan yang hilang, minumlah sekitar dua gelas air untuk menggantinya.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah