JP Bogor - Di era modern yang serba cepat, kemampuan mengingat menjadi salah satu kunci penting untuk mendukung produktivitas sehari-hari. Baik dalam dunia kerja, pendidikan, maupun kehidupan sosial, daya ingat yang tajam memungkinkan seseorang mengelola informasi dengan lebih efisien.
Penting untuk memahami bahwa daya ingat otak bukanlah sesuatu yang bersifat statis. Sama seperti tubuh, otak juga membutuhkan perawatan dan stimulasi yang tepat agar tetap berfungsi maksimal.
Dengan menerapkan kebiasaan atau cara tertentu, Ada dapat meningkatkan kemampuan otak untuk menyimpan dan mengingat informasi lebih baik. Berikut enam kebiasaan atau cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya ingat.
1. Aktivitas fisik setiap hari
Aktivitas fisik bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak. Hal tersebut dapat membuat otak memiliki daya ingat yang tajam.
Para pakar kesehatan menyarankan agar setiap orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit per minggu untuk aktivitas aerobik ringan seperti berjalan cepat, atau 75 menit per minggu untuk aktivitas yang lebih berat seperti jogging.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, aktivitas ini sebaiknya dilakukan secara teratur sepanjang minggu. Namun, jika Anda kesulitan menyediakan waktu untuk berolahraga dalam durasi panjang, alternatif sederhana seperti berjalan kaki selama 10 menit beberapa kali dalam sehari juga bisa menjadi solusi yang efektif.
2. Melatih otak
Sama seperti aktivitas fisik, melatih otak juga sama pentingnya. Melatih otak bisa dilakukan dengan cara-cara yang sederhana, seperti bermain teka-teki silang, permainan mengingat kata, tetris, dan permainan lain. Permainan-permainan ini dapat melatih otak, sehingga bisa memperkuat daya ingat.
Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 4.175 orang dewasa yang mengikuti pelatihan otak online ditemukan bahwa, mengikuti pelatihan otak online selama 15 menit setidaknya 5 hari seminggu dapat meningkatkan memori kerja, konsentrasi, dan memori jangka pendek.
3. Tidur yang cukup
Kebiasaan kurang tidur atau tidur yang sering tergangu dapat berdampak buruk pada daya ingat. Sebab, tidur memiliki peran penting dalam proses memperkuat memori jangka pendek yang lalu diubah menjadi memori jangka panjang. Maka dari itu, setiap orang dewasa dianjurkan untuk tidur 7-9 jam setiap malam secara teratur.
Pentingnya tidur yang cukup bagi daya ingat juga telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang melibatkan 40 anak berusia 10-14 tahun yang dibagi dua kelompok. Kelompok pertama, dilatih daya ingatnya pada malam hari dan tidur cukup selama semalam. Sedangkan, kelompok kedua juga dilatih daya ingatnya ketika malam hari, namun tanpa tidur semalaman.
Baca Juga: Makam Keluarga Van Motman: Jejak Peninggalan Belanda di Bogor yang Kini Terbengkalai dan Terlupakan
Hasilnya kelompok yang mendapatkan waktu tidur cukup selama semalam memiliki kinerja daya ingat yang lebih 20% dibanding yang tidak tidur selama semalaman penuh.
4. Kurangi konsumsi gula berlebih
Mengkonsumsi gula yang berlebih dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan dan penyakit kronis, termasuk penurunan daya ingat. Penelitian telah membuktikan bahwa pola makan yang mengandung banyak gula dapat memburuk daya ingat dan membuat volume otak berkurang, terutama di area otak yang menyimpan memori jangka pendek.
Selain itu, dalam sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 4.000 peserta menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi minuman manis, seperti soda, dengan penurunan fungsi otak.
Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa mereka yang sering mengonsumsi minuman manis dalam jumlah besar cenderung memiliki volume otak yang lebih kecil dan kemampuan daya ingat yang lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi gula dalam jumlah lebih sedikit.
5. Batasi karbohidrat olahan
Konsumsi karbohidrat olahan dalam jumlah besar, seperti kue, sereal, biskuit, nasi putih, dan roti putih, ternyata dapat berdampak buruk pada kemampuan daya ingat. Makanan-makanan ini memiliki indeks glikemik yang tinggi, sehingga dicerna tubuh dengan cepat dan menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hal tersebut berdampak buruk pada daya ingat.
Mengonsumsi karbohidrat olahan dalam jumlah besar seperti kue, sereal, biskuit, nasi putih, dan roti putih dapat merusak daya ingat Anda.
Makanan ini memiliki indeks glikemik tinggi, yang berarti tubuh mencerna karbohidrat ini dengan cepat, yang menyebabkan lonjakan kadar gula darah.
Hal tersebut juga telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang melibatkan 317 anak-anak sehat di korea. Dengan hasil yang menunjukan bahwa mereka yang lebih sering mengonsumsi karbohidrat olahan, seperti nasi putih, mie, dan makanan cepat saji, mengalami penurunan kemampuan berpikir, termasuk memori jangka pendek dan memori kerja.
6. Menjaga berat badan yang ideal
Menjaga berat badan ideal bukan hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga memiliki peran besar dalam menjaga kebugaran otak dan daya ingat. Berbagai penelitian telah mengidentifikasi obesitas sebagai salah satu faktor risiko utama yang dapat memengaruhi penurunan fungsi kognitif.
Obesitas diketahui dapat memicu perubahan pada gen yang berhubungan dengan memori di otak, sehingga berdampak buruk pada kemampuan mengingat. Kondisi ini juga sering menyebabkan resistensi insulin dan peradangan, dua faktor yang diketahui menyebabkan kerusakan fungsi otak.
Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 50 orang berusia 18 hingga 35 tahun menemukan bahwa indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi berhubungan dengan hasil buruk dalam tes memori. Selain itu, obesitas juga dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer, gangguan progresif yang secara perlahan merusak memori dan kemampuan berpikir.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah