JP Bogor - Printer merupakan salah satu perangkat yang memudahkan pekerjaan manusia, terutama di kantor, di mana frekuensi penggunaannya sangat tinggi untuk mencetak banyak dokumen setiap hari. Penggunaan yang intens harus diimbangi dengan perawatan yang optimal agar kinerja printer tetap dalam kondisi terbaik.
Kini, printer bisa dibilang telah berkembang menjadi mesin multifungsi. Tak hanya untuk mencetak dokumen, printer juga biasa digunakan untuk fotokopi atau scan dokumen. Sebagian printer bahkan dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi yang bisa digunakan untuk mengirim file yang hendak dicetak ke jaringan komputer atau Cloud. Dengan fungsi yang beragam, ketergantungan pada printer menjadi semakin besar, sehingga penting untuk mencegah kerusakan yang dapat mengganggu pekerjaan dan menghindari biaya servis yang mahal.
Kerusakan kecil pada printer saja dapat menghambat produktivitas. Oleh karena itu, mengetahui cara merawat printer dengan benar sangatlah penting untuk menjaga perangkat ini tetap awet dan berfungsi maksimal.
Berikut adalah beberapa tips untuk merawat printer agar tahan lama dan selalu dalam performa terbaik, berdasarkan informasi dari laman Bhinneka dan Fastprint.
1. Letakkan printer di suhu ruangan yang ideal
Pastikan ruangan tempat Anda menyimpan printer memiliki tingkat kelembaban sekitaran 55% - 65%. Kemudian, suhu ruangan yang ideal untuk mengoperasikan printer adalah sekitar 20 - 28°C. Jangan sampai suhu ruangan terlalu panas karena akan menyebabkan kerusakan pada pada printer.
Selain itu, pastikan ruangan bebas dari serangga, hewan rumahan, hingga debu. Juga pastikan tidak ada benda yang menghalangi sirkulasi udara di ruangan tempat anda menyimpan printer. Untuk menjaga kebersihan, sebaiknya kertas yang tidak terpakai sebaiknya disimpan di tempat bersih supaya tidak kotor.
2. Pemanasan sebelum digunakan
Printer yang tidak digunakan dalam jarak beberapa hari akan otomatis terganti menjadi mode sleep. Kemudian, saat Anda hendak menggunakan, printer Anda berganti menjadi mode kalibrasi terlebih dulu.
Guna menghangatkan komponen penting agar dokumen dapat dicetak secara akurat dan efisien, diperlukan sedikit waktu untuk pemanasan. Oleh karena itu, jangan langsung menggunakan printer saat mode sleep.
Untuk meminimalisasi kekeliruan saat mencetak dokumen penting, Anda bisa menguji printer terlebih dahulu dengan selembar kertas. Untuk memastikan printer tetap menghasilkan cetakan berkualitas tinggi dan memiliki umur pakai yang panjang, penting bagi Anda untuk rutin melakukan perawatan seperti ini.
3. Jangan masukan terlalu banyak kertas di tray
Pastikan untuk tidak memasukkan terlalu banyak kertas ke dalam tray atau baki printer, karena hal ini dapat menyebabkan masalah seperti kertas macet. Selalu perhatikan batas maksimal pengisian kertas yang ditandai pada printer Anda.
Baca Juga: Ingin Rumah Bebas Nyamuk, Lalat, hingga Kecoa? Yuk Gunakan 10 Tanaman Pengusir Serangga Ini
Selain itu, hindari memasukkan kertas yang memiliki lipatan atau kerusakan. Jika printer Anda mendukung penggunaan baki tambahan, pertimbangkan untuk membelinya agar kapasitas kertas yang dimuat bisa lebih banyak tanpa mengurangi efisiensi.
4. Hati-hati saat memperbaiki paper jam
Jangan tarik paksa kertas dari dalam printer karena di dalamnya terdapat ragam perangkat elektronik yang sensitif dan kompleks. Apabila Anda mengalami kondisi kertas macet pada printer, ikuti beberapa langkah di bawah ini:
- Periksa di mana letak posisi kertas macet
- Cabut kabel printer dari sumber listrik
- Buka perangkat dengan mengikuti buku petunjuk
- Ambil secara perlahan kertas yang tersangkut
- Jangan sampai ada sisa kertas yang tertinggal di dalam printer
- Jangan sampai ada komponen printer yang bergeser
- Tutup bodi printer dan lakukan pengujian cetak
5. Rutin Membersihkan Printer
6. Jangan pakai katrid atau toner tinta palsu
Meski terkesan sepele, tetapi tinta palsu atau katrid dapat mendatangkan banyak masalah. Pasalnya, produk yang palsu dapat merusak komponen di dalam printer, sehingga kualitas cetak menurun.
Jangan tergiur dengan penjual yang menawarkan harga murah atau diskon untuk menarik pembeli tinta palsu. Belilah tinta printer di toko yang tepercaya.
7. Lepaskan penjepit kertas dan staples
Lepaskan penjepit kertas atau staples pada kertas sebelum Anda mencetak, menyalin, atau fotokopi dokumen. Jangan sampai permukaan komponen penting di dalam printer tergores saat proses mencetak atau scan dokumen.
8. Jangan gunakan printer untuk mencetak terlalu banyak
Jangan paksakan printer untuk mencetak dokumen terlalu banyak sekaligus. Berikan istirahat kepada gear printer untuk mendinginkan permukaannya kurang lebih selama 3 menit.
Memaksakan printer untuk bekerja keras mengakibatkan gear printer akan lebih cepat panas. Hasil cetak pun akan putus-putus atau warna tidak tajam.
Baca Juga: 7 Tips Merawat Baterai HP agar Tetap Awet dan Tahan Lama, Salah Satunya Hindari Overcharging
9. Ganti selang infus secara berkala
Masa pakai selang printer bergantung pada jenis tinta yang digunakan. Selang printer berfungsi untuk mengalirkan tinta dari tabung infus ke katrid printer.
Jika Anda tidak mengganti selang dalam waktu yang lama, kemungkinan selang akan menjadi keras, mengakibatkan pergerakannya tidak lancar dan dapat menyangkut saat proses pencetakan.
Untuk tinta yang lebih kental, seperti tinta sublim, tinta pigmen, atau tinta art paper, selang printer perlu diganti lebih sering, yakni setiap 5 hingga 6 bulan. Namun, jika Anda menggunakan tinta cair seperti tinta berbasis dye atau tinta anti-UV, Anda dapat mengganti selang setiap 12 bulan sekali.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah