JP Bogor – Surat Al-Baqarah merupakan surat kedua dalam Al-Quran setelah surat Al-Fatihah. Surat ini merupakan surat yang kita baca saat mengawali pembacaan Al-Quran secara berurutan hingga Khatam.
Dilansir dari laman sunnah.com, Surat Al-Baqarah termasuk kedalam surat madaniyah, yaitu surat yang diturunkan saat Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Surat Al-Baqarah terdiri dari 286 ayat dan merupakan surat di dalam Al-Quran yang memiliki ayat terbanyak.
Namun, ada dua ayat dalam Surat Al-Baqarah yang istimewa dan memiliki banyak keutamaan, yang sebagian umat muslim tidak mengetahuinya. Ayat tersebut terletak pada bagian akhir dari Surat Al-Baqarah, yaitu ayat ke 285 dan 286 atau biasa disebut dengan Amana Rasul.
Keutamaan yang dimiliki oleh ayat Amana Rasul tersebut sangat banyak bagi siapapun yang membacanya.
Keutamaan pertama dari ayat Amana Rasul ini adalah dilindungi dari setan pada malam hari. Hal ini tertera dari hadits Riwayat At-Tirmidzi yang berbunyi:
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : "إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ كِتَابًا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ بِأَلْفَىْ عَامٍ أَنْزَلَ مِنْهُ آيَتَيْنِ خَتَمَ بِهِمَا سُورَةَ الْبَقَرَةِ وَلاَ يُقْرَآنِ فِي دَارٍ ثَلاَثَ لَيَالٍ فَيَقْرَبُهَا شَيْطَانٌ
Artinya: An-Nu’man bin Basyir meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: “Allah telah menuliskan sebuah kitab dua ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi, yang darinya diturunkan dua ayat terakhir dari Surat al-Baqarah. Jika ayat-ayat tersebut dibaca selama tiga malam di dalam rumah, setan tidak akan mendekatinya.”
Membaca dua Amana Rasul pada malam hari juga akan mencukupi kita. Maksud dari mencukupi, para ulama memiliki tafsirnya sendiri. Imam Nawawi menafsirkannya sebagai dicukupkan dari salat malam.
Sementara, Ibnu hajar menafsirkannya sebagai membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah cukup untuk mengganti shalat malam.
Hadits mengenai hal itu terdapat dari Riwayat Imam Bukhari yang berbunyi:
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
Artinya: Abdullah bin Mas'ud ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah di malam hari, maka keduanya akan cukup baginya."
Hadist lainnya yang menegaskan mengenai keutamaan dari membaca dua ayat terakhir berasal dari Riwayat An-Nasa’I yang berbunyi:
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ الْمُخَرِّمِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ عَمَّارِ بْنِ رُزَيْقٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عِيسَى، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَعِنْدَهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ إِذْ سَمِعَ نَقِيضًا فَوْقَهُ فَرَفَعَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ بَصَرَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ هَذَا بَابٌ قَدْ فُتِحَ مِنَ السَّمَاءِ مَا فُتِحَ قَطُّ . قَالَ فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكٌ فَأَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ فَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَخَوَاتِيمِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ لَمْ تَقْرَأْ حَرْفًا مِنْهُمَا إِلاَّ أُعْطِيتَهُ
Artinya: Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas berkata: "Ketika Jibril bersama Rasulullah (ﷺ), dia mendengar suara dari atas seperti pintu yang terbuka. Jibril, saw, menengadah ke langit dan berkata: 'Ini adalah pintu surga yang telah dibuka, tetapi belum pernah dibuka sebelumnya." Dia berkata: "Seorang malaikat turun darinya dan mendatangi Nabi (ﷺ) dan berkata: 'Terimalah kabar gembira tentang dua cahaya yang telah diberikan kepadamu dan tidak pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelum kamu: Pembukaan Kitab (Al-Fatihah) dan ayat-ayat terakhir Surat Al-Baqarah. Kamu tidak akan pernah membaca satu huruf pun dari keduanya kecuali kamu akan dikaruniainya."
Editor : Bayu Putra