JP Bogor – Ayat Kursi merupakan salah satu ayat yang terdapat di dalam Al Quran yang sering dibaca oleh umat muslim.
Ayat tersebut sering dibaca baik dalam salat, zikir dan doa. Terkadang, ayat tersebut juga dibaca saat seorang muslim ingin berlindung dari segala bahaya yang mengancam.
Dalam Al Quran, Ayat Kursi merupakan ayat yang terdapat pada surat Al-Baqarah, tepatnya ayat 255.
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Sunnah Hari Kamis dan Keutamaan berpuasa di Hari Kamis
Keutamaan dari membaca ayat kursi adalah dimasukkannya ke dalam surga bagi siapapun yang membacanya, hal ini tertulis dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh An-Nasai yang berbunyi:
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ - رضى الله عنه - قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -{ مَنْ قَرَأَ آيَةَ اَلْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ اَلْجَنَّةِ إِلَّا اَلْمَوْتُ } رَوَاهُ النَّسَائِيُّ , وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ .
Artinya: Diriwayatkan oleh Abu Umamah (RA): Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi di akhir setiap salat wajib, maka tidak ada yang dapat menghalanginya dari surga kecuali kematian." (HR. An-Nasa'i dan Ibnu Hibban menilainya sahih.)
Telah disebutkan sebelumnya bahwa umat muslim membaca ayat kursi di saat menghadapi bahaya. Jugamemohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan dan gangguan jin, sebagaimana tertulis dalam hadist sahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang berbunyi:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ وَكَّلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ فَأَتَانِي آتٍ فَجَعَلَ يَحْثُو مِنْ الطَّعَامِ فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لَأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَصَّ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ لَنْ يَزَالَ مَعَكَ مِنْ اللَّهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ذَاكَ شَيْطَانٌ
Artinya: Abu Hurairah meriwayatkan: Rasulullah SAW telah mempercayakan kepadaku untuk menjaga sedekah Ramadan. Seseorang datang kepadaku dan mulai mengambil makanan. Aku memegangnya, dan berkata, “Aku pasti akan membawamu kepada Rasulullah!” Abu Hurairah menceritakan kisah itu kepada Nabi, seraya berkata, “Orang itu mengatakan kepadaku bahwa ketika aku tidur, aku harus membaca Ayat Kursi. Allah akan mengangkat seorang pelindung atasku, dan tidak ada setan yang akan mendekatiku sampai pagi.” Nabi berkata, “Dia mengatakan yang sebenarnya kepadamu, meskipun dia seorang pendusta. Itulah setan.
Ayat kursi juga merupakan ayat yang paling utama yang terdapat di dalam Al-Quran sesuai dengan hadist sahih yang diriwayatkan oleh Muslim yang berbunyi:
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ قَالَ قُلْتُ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ قَالَ فَضَرَبَ فِي صَدْرِي وَقَالَ وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ
Artinya: Dari Bayy bin Ka’b, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Abu Munzir, tahukah engkau ayat manakah di dalam Kitab Allah yang paling agung di sisimu?” Aku membaca ayat Arsy, “Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Pemelihara.” Rasulullah menepuk dadaku seraya berkata, “Demi Allah, wahai Abu Munzir, bergembiralah dengan ilmu ini!
Berikut ini merupakan lafaz dari Ayat Kursi beserta latin dan artinya:
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُۚ لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةٞ وَلَا نَوۡمٞۚ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ مَن ذَا ٱلَّذِي يَشۡفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيۡءٖ مِّنۡ عِلۡمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَۖ وَلَا ئَُودُهُۥ حِفۡظُهُمَاۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡعَظِيمُ
Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim
Baca Juga: Rekomendasi 3 Masjid Megah yang Populer di Bogor untuk Tempat Melangsungkan Pernikahan
Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.”
Editor : Bayu Putra