JP Bogor – Perpustakaan Daerah Kota Bogor, atau yang dikenal sebagai Diarpus (Dinas Arsip dan Perpustakaan) Bogor, memiliki sejarah panjang. Dinas ini berperan penting dalam mendukung kegiatan literasi dan penyebaran pengetahuan di Kota Bogor.
Sebagai lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dan kebudayaan, Diarpus tidak hanya menjadi tempat untuk membaca dan meminjam buku. Tetapi juga sebagai pusat aktivitas intelektual yang berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat Kota Bogor.
Dilansir dari laman diarpus.kotabogor.go.id, sejarah berdirinya Diarpus Bogor bermula pada tahun 1970-an, tepatnya tanggal 17 Agustus 1972.
Saat itu, pemerintah setempat mulai menyadari pentingnya membangun sebuah lembaga yang dapat memberikan akses informasi dan pengetahuan kepada masyarakat umum.
Upaya ini kemudian diwujudkan dengan mendirikan perpustakaan daerah yang awalnya masih sangat sederhana dari segi fasilitas dan koleksi buku-bukunya. Inisiatif tersebut menjadi titik awal bagi perjalanan panjang Diarpus sebagai tempat literasi di Kota Bogor.
Awalnya, perpustakaan ini hanya terdiri dari beberapa rak buku dan ruang baca yang kecil. Namun, semangat akan keinginan untuk menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat menjadi pendorong bagi pemda untuk terus mengembangkan perpustakaan ini.
Pada era 1980-an, Diarpus Bogor mulai mengalami perkembangan yang signifikan. Pemkot Bogor memberikan perhatian lebih terhadap perpustakaan sebagai salah satu pilar penting dalam membangun masyarakat untuk berpengetahuan luas.
Pada periode ini, perpustakaan mulai mendapatkan tambahan anggaran untuk memperbaiki fasilitas dan menambah jumlah koleksi buku. Koleksi yang semula hanya beberapa ratus buku kini berkembang menjadi ribuan buku yang mencakup berbagai genre.
Selain itu, di era ini, Diarpus juga mulai aktif mengadakan berbagai program untuk menarik minat baca masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.
Salah satu program yang populer adalah kegiatan membaca bersama dan mendongeng, yang diadakan rutin setiap minggunya. Program ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan terhadap buku dan membaca sejak usia dini.
Saat memasuki tahun 1990-an, perkembangan perpustakaan ini semakin pesat. Selain peningkatan jumlah koleksi dan fasilitas, perpustakaan ini mulai merambah ke digitalisasi.
Meskipun pada saat itu teknologi digital masih tergolong baru, Diarpus sudah mulai melirik penggunaan komputer untuk memudahkan pengelolaan koleksi buku.
Langkah ini menjadi pionir di antara perpustakaan daerah lain, di mana Diarpus memanfaatkan teknologi untuk mempercepat layanan dan mengorganisir koleksi buku yang terus bertambah.
Pada awal tahun 2000-an, Diarpus Bogor mengalami transformasi dengan pembangunan gedung dan modernisasi fasilitas. Pemkot Bogor melakukan renovasi besar-besaran terhadap perpustakaan, menjadikannya lebih representatif dan nyaman bagi pengunjung.
Ruang baca yang diperluas dan area khusus untuk anak-anak, remaja, serta lansia mulai dibangun. Selain itu, Diarpus juga menambahkan ruang multimedia yang dilengkapi dengan komputer dan akses internet untuk memfasilitasi kegiatan belajar berbasis digital.
Pada periode ini, perpustakaan mulai aktif mengembangkan koleksi buku digital dan e-book. Dengan semakin majunya teknologi, Diarpus Bogor mulai memperkenalkan katalog online untuk memudahkan masyarakat mencari dan memesan buku secara online.
Langkah ini membuat perpustakaan semakin relevan di era digital dan mempermudah akses bagi masyarakat yang tidak dapat mengunjungi perpustakaan secara langsung.
Selain itu, DIARPUS juga mulai mengadakan berbagai kegiatan edukatif dan pelatihan untuk masyarakat. Seperti program pelatihan komputer bagi lansia, kelas literasi digital, serta berbagai lokakarya keterampilan yang mendukung peningkatan kapasitas masyarakat di berbagai bidang.
Pada tahun 2010, Diarpus Bogor terus berinovasi dengan meluncurkan program perpustakaan keliling. Dengan menggunakan mobil perpustakaan keliling ke berbagai pelosok Kota Bogor, khususnya daerah yang sulit dijangkau oleh perpustakaan tetap.
Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat di pedesaan dan daerah terpencil tetap memiliki keterampilan literasi dan pengetahuan.
Saat ini, Diarpus Bogor telah menjadi simbol kemajuan literasi di Kota Bogor. Dengan berbagai program dan fasilitas yang terus berkembang, perpustakaan ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku Tetapi juga pusat kegiatan intelektual yang terus berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman.
Editor : Bayu Putra