JP Bogor – Banyak dari kita sudah tidak asing lagi dengan pare. Pare atau dalam bahasa latinnya Momordica charantia L, kerap diolah menjadi beragam masakan.
Pare termasuk ke dalam jenis sayuran buah, bersama dengan terong, mentimun, cabai, tomat, dan labu siam. Pare memiliki rasa yang pahit. Namun, jika diolah dengan baik pare akan menjadi makanan yang sangat enak. Selain itu, pare memiliki banyak kandungan yang baik untuk kesehatan.
Dilansir dari laman Jurnal Universitas Kebangsaan dan Ditjen Pelayanan Kesehatan, Pare memiliki berbagai kandungan yang bemanfaat bagi kesehatan. Seperti vitamin A, C, E, B1, B2, B3, dan B12. Juga mineral seperti zat besi, kalsium, zinc, magnesium, dan kalium.
Nutrisi tersebut sangat penting bagi kesehatan tubuh, karena berperan dalam mencegah berbagai penyakit. Berikut 5 manfaat pare bagi kesehatan tubuh anda.
- Menurunkan Kadar Gula Darah
Buah pare kaya akan senyawa charantin, yang berperan penting dalam meningkatkan produksi insulin dan menurunkan kadar gula darah.
Senyawa ini bekerja dengan merangsang sel beta di pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin. Insulin merupakan hormon yang memfasilitasi pengambilan glukosa oleh sel-sel tubuh dari aliran darah, sehingga membantu menjaga keseimbangan kadar gula.
Penelitian menunjukkan bahwa buah pare memiliki efektivitas dalam menurunkan kadar gula darah, khususnya pada penderita diabetes tipe 2. Berkat rasa pahit pada pare yang mampu mengaktifkan enzim kinase, sehingga bisa meningkatkan penyerapan gula.
Salah satu studi yang dipublikasikan dalam jurnal Phytotherapy Research mengungkapkan bahwa konsumsi buah pare selama 12 minggu mampu mengurangi kadar gula darah puasa hingga 10 persen.
- Menurunkan Tekanan Darah
Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Buah pare kaya akan kalium, yang merupakan mineral penting dan berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.
Kalium membantu menurunkan tekanan darah dengan mengurangi dampak natrium, yang dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu, serat yang terdapat dalam buah pare juga berkontribusi dalam menurunkan tekanan darah.
Dengan cara menyerap kolesterol di usus dan mengeluarkannya dari tubuh. Tingginya kadar kolesterol dapat menyumbat pembuluh darah, yang berpotensi meningkatkan tekanan darah.
Tidak hanya itu, buah pare juga mengandung antioksidan yang berfungsi melindungi pembuluh darah dari kerusakan, sehingga membantu mencegah hipertensi.
Bahkan, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Ethnopharmacology menunjukkan bahwa mengonsumsi buah pare selama 12 minggu bisa menurunkan tekanan darah sistolik (angka atas) hingga 5 mmHg. Juga tekanan darah diastolik (angka bawah) hingga 3 mmHg.
- Melancarkan Pencernaan
Kondisi pencernaan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gangguan pencernaan, seperti sembelit, diare, dan perut kembung, dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Pare menjadi buah yang kaya serat, baik serat larut maupun tidak larut. Serat larut bekerja dengan menyerap air dan membentuk gel di saluran pencernaan. Membantu memperlambat penyerapan makanan serta melunakkan feses agar lebih mudah dikeluarkan.
Sementara itu, serat tidak larut mempercepat pengosongan lambung dan usus, sehingga dapat mencegah konstipasi.
Selain serat, buah pare juga mengandung enzim pencernaan yang efektif dalam memecah makanan dan memperlancar proses pencernaan, membantu mengatasi masalah seperti perut kembung dan gangguan pencernaan.
- Meningkatkan Nafsu Makan
Meskipun rasanya pahit, zat pahit dalam pare dapat merangsang produksi cairan pencernaan, seperti air liur, asam lambung, dan empedu.
Cairan-cairan ini berperan penting dalam memecah makanan, sehingga membuat proses pencernaan menjadi lebih efisien dan meningkatkan nafsu makan.
Selain itu, buah pare juga efektif dalam mengatasi berbagai gangguan pencernaan, seperti perut kembung, mual, dan muntah.
- Mendukung Kesuburan Pria
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa antioksidan seperti vitamin C yang ada di pare dapat meningkatkan kesuburan pria. Dengan melawan radikal bebas yang menyebabkan stres oksidatif, faktor yang sering berdampak negatif pada kualitas sperma.
Selain itu, buah pare juga mengandung zinc, mineral penting yang berperan dalam produksi sperma, morfologi sperma, jumlah sperma, serta fungsi sperma.
Studi lain juga mengungkapkan bahwa konsentrasi zinc dalam air mani berkaitan erat dengan kualitas sperma. Di mana pria yang mengalami infertilitas cenderung memiliki kadar zinc yang lebih rendah.
- Menunda Penuaan
Pare memiliki kandungan antioksidan yang tinggi yang berasal dari Vitamin C. Kandungan antioksidan tersebut bermanfaat bagi kulit.
Saat kulit terkena radikal bebas, proses penuaan bisa terjadi lebih cepat. Di sinilah antioksidan berperan penting, untuk membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas dan menjaga kulit tetap sehat.
Selain itu, kandungan ini juga melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UV matahari. Menariknya, mengonsumsi pare juga diyakini dapat membantu mengobati berbagai masalah kulit, seperti eksim dan psoriasis, berkat sifat penyembuhan alaminya.
Editor : Bayu Putra