Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Menurut Psikologi, Ini 8 Kebiasaan yang Sering Bikin Orang Sulit Tidur, Apakah Kamu Juga melakukannya?

Nuraini Andriani • Rabu, 2 Oktober 2024 | 10:57 WIB
Ilustrasi orang yang sulit tidur. (Freepik)
Ilustrasi orang yang sulit tidur. (Freepik)

JP Bogor – Insomnia merupakan masalah umum, dan banyak di antara kita yang tanpa sadar memiliki kebiasaan yang menyebabkan kita lebih sulit tertidur.

Tidur merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan baik fisik maupun mental. Namun sayangnya, cukup banyak orang yang mengalami kesulitan dalam memperoleh tidur yang berkualitas.

Ada banyak faktor penyebabnya. Mulai dari stres, kecemasan, hingga gaya hidup yang tidak sehat. Kebiasaan-kebiasaan ini sering kali berasal dari bagaimana otak kita bekerja. 

Dengan memahami hal ini, dapat menjadi langkah pertama untuk memutus siklus tersebut agar bisa mendapatkan tidur yang nyenyak.

Banyak yang sudah berjuang untuk bisa tidur dengan nyenyak khususnya pada malam hari. Lalu, apa sajakah penyebab orang sulit tidur dari sisi psikologi? 

Dilansir dari laman Geediting.com, berikut 8 kebiasaan umum yang dapat menghalangi kita untuk mendapatkan waktu tidur malam yang nyenyak.

  1. Berpikir berlebihan

Jika mengalami kesulitan tidur, kemungkinan besar pikiran kita sedang bekerja lebih keras. Kebiasaan berpikir berlebihan ini umum terjadi pada penderita insomnia dan dapat menjadi penghalang signifikan untuk tidur.

Terkadang, kita merenungkan kejadian hari ini, merencanakan hari esok, atau mengkhawatirkan masalah yang berada di luar kendali kita. Ibarat gulungan film yang tidak pernah berakhir yang terus diputar di pikiran, hal itu mencegah kita untuk tertidur.

Sebenarnya ini lumrah terjadi karena saat malam tiba, otak kita akan mencerna segala hal yang telah dilalui seharian. Karena itu, semua seperti berputar atau berlari di kepala dan membuat kita kesulitan tidur.

Hal ini memang tidak mudah diatasi. Tapi, kita perlu belajar untuk melepaskan kekhawatiran yang dirasakan setiap kali akan pergi tidur. Ini bukan berarti kita tidak boleh menyelesaikan permasalahan yang ada, tapi biasakan untuk memikirkan hal tersebut di luar waktu tidur.

  1. Mempertahankan jadwal tidur yang kaku

Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari seharusnya dapat meningkatkan kualitas tidur. Namun, pada kenyataannya, kebiasaan ini justru dapat lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.

Meskipun konsistensi penting untuk jam internal tubuh kita, terlalu kaku tentang jadwal tidur dapat menimbulkan stres dan kecemasan yang tidak perlu. Terutama jika kita sudah berjuang melawan insomnia.

Memberikan sedikit fleksibilitas dalam jadwal tidur dapat mengurangi kecemasan menjelang tidur. Mendengarkan sinyal tubuh bahwa ia siap tidur, dapat lebih efektif daripada mematuhi jadwal yang ketat.

  1. Menggunakan perangkat elektronik sebelum tidur

Kita semua pasti pernah bermain ponsel, mengecek media sosial, menonton tv, atau memeriksa email sebelum tidur. Kelihatannya tidak berbahaya, tetapi kebiasaan ini dapat mempengaruhi kemampuan kita untuk tertidur secara signifikan.

Cahaya biru yang dipancarkan perangkat elektronik dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur. Paparan cahaya ini mengelabui otak kita hingga mengira hari masih siang, sehingga mengganggu siklus tidur-bangun alami tubuh kita.

Selain efek cahaya biru, berinteraksi melihat konten yang menarik atau menegangkan dapat menstimulasi otak kita meski otak sedang dalam keadaan tenang. Jadi, lain kali jika tergoda untuk memeriksa ponsel saat di tempat tidur, pertimbangkan dampaknya terhadap waktu tidur.

Sebagai gantinya, cobalah mengganti perangkat telepon pintar dengan buku atau aktivitas santai lainnya untuk membantu memberi sinyal ke otak kita bahwa sudah waktunya tidur.

  1. Mengandalkan alat bantu tidur

Bila tidur menjadi masalah, banyak yang mencari solusi dengan beralih ke obat tidur. Baik itu obat bebas, obat resep, atau bahkan meminum alkohol sebelum tidur. Obat-obatan ini seolah tampak seperti jalan keluar untuk masalah tidur.

Meskipun obat-obatan ini dapat memberikan kelegaan sesaat, penting untuk diingat bahwa obat-obatan ini bukanlah solusi jangka panjang.

Obat-obatan ini tidak bisa mengatasi akar penyebab kesulitan tidur. Dan seiring waktu, kita akan bergantung pada obat-obatan ini untuk mendapatkan tidur yang nyenyak.

Jika mengalami situasi ini, ketahuilah bahwa ada strategi dan perawatan lain yang tersedia, yang bisa membantu kita mendapatkan kembali waktu tidur yang berkualitas tanpa menggunakan alat bantu.

  1. Melewatkan aktivitas fisik

Setelah seharian bekerja atau bersekolah, kita mungkin tergoda untuk berbaring di sofa atau kasur dan membiarkan malam berlalu begitu saja. Kita semua pernah mengalaminya, bukan? Namun, tidak melakukan aktivitas fisik justru dapat membuat kita lebih sulit tertidur.

Olahraga tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga berperan penting dalam mengatur tidur kita. Menggerakkan tubuh membantu mengurangi kecemasan dan gejala depresi, yang keduanya dapat menyebabkan insomnia.

Selain itu, aktivitas fisik dapat membuat kita lelah secara fisik, sehingga lebih mudah tertidur di pengujung hari. Tidak harus olahraga berat.

Jalan-jalan santai di sekitar rumah, beberapa peregangan yoga, atau pekerjaan rumah tangga ringan sudah cukup. Memasukkan beberapa bentuk aktivitas fisik ke dalam rutinitas harian kita, bisa menjadi solusi untuk masalah tidur.

  1. Minum kafein di sore hari

Secangkir kopi sepertinya menjadi penambah semangat yang sempurna untuk menjalani sisa hari. Namun, tahukah bahwa asupan kafein di sore hari bisa jadi penyebab di balik kesulitan tidur?

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health, Kafein adalah stimulan yang dapat bertahan dalam tubuh hingga delapan jam. Itu berarti, kopi yang kita minum di sore atau malam hari masih dapat mempengaruhi kita saat waktunya tidur.

Sebaiknya, pertimbangkan kembali untuk konsumsi kafein jika sudah kesulitan untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak.

  1. Mengabaikan lingkungan yang mendukung tidur

Lingkungan tidur jadi hal yang sangat penting. Jika kamar tidur kita berantakan, berisik, terlalu terang, atau kasur dan bantal tidak nyaman, inilah saatnya untuk melakukan perubahan.

Tidur bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan. Maka menciptakan lingkungan yang mendukung tidur bukanlah sesuatu yang berlebihan, melainkan penting.

Kamar tidur harus menjadi tempat perlindungan yang mengundang relaksasi dan tidur. Yang terpenting adalah suhu yang tepat, kegelapan yang cukup, dan suasana yang tenang secara keseluruhan.

Berinvestasi dalam lingkungan tidur berarti berinvestasi dalam kesehatan dan kesejahteraan tubuh. Jadi, buatlah perubahan yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung agar mendapatkan tidur berkualitas.

  1. Mengabaikan stres dan kecemasan

Kebiasaan yang paling penting untuk dikenali adalah kebiasaan yang sering diabaikan, seperti membawa stres dan kecemasan ke kamar tidur. Banyak orang yang kesulitan tidur juga menghadapi tingkat stres atau kecemasan yang tinggi.

Bisa jadi stres karena pekerjaan, kekhawatiran dalam hubungan, atau kecemasan umum tentang kehidupan. Perasaan ini dapat membuat pikiran kita tetap aktif di malam hari, sehingga sulit untuk tenang dan tertidur.

Mengatasi stres dan kecemasan tidak hanya baik untuk tidur, tetapi juga penting untuk kesehatan kita secara keseluruhan. Baik melalui meditasi, terapi, atau sekadar berbicara dengan teman, menemukan cara yang sehat untuk mengelola stres dapat mengubah pola tidur kita.

Editor : Bayu Putra
#kesehatan fisik dan mental #kebiasaan #psikologi #sulit tidur #insomnia #tidur berkualitas