JP Bogor – Mata sebagai indera penglihatan memiliki fungsi yang sangat penting. Dengan mata yang sehat, kita dapat beraktivitas dengan nyaman dan lancar. Sebaliknya, jika mata mengalami masalah tentu saja sangat mengganggu produktivitas.
Seiring bertambahnya usia, mata kita mengalami perubahan yang memerlukan perawatan dan perhatian ekstra. Wajar jika kita mengalami beberapa perubahan penglihatan secara bertahap.
Lain hal jika perubahannya terjadi begitu cepat atau tiba-tiba, mungkin bisa jadi itu pertanda jika mengalami masalah medis dan memerlukan perawatan profesional.
Semakin berumur, risiko terhadap kondisi dan penyakit terkait mata pun meningkat. Apalagi perubahan terjadi di semua struktur mata yang menyebabkan beberapa efek.
Namun, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan mata yang semakin menua.
Dilansir dari Cnet.com berikut kiat-kiat sederhana yang disetujui para ahli, yang dapat membantu kita mencapai kesehatan mata yang optimal seiring bertambahnya usia.
Serta meningkatkan pemahaman tentang perubahan akibat penuaan, sehingga bisa membantu kita untuk menghadapi masalah tersebut.
- Ketahui tingkat risiko pada mata
Salah satu cara yang paling efektif untuk menjaga kesehatan mata adalah dengan mengidentifikasi gejalanya, untuk mengetahui hal-hal apa saja yang terjadi dan mempengaruhi penglihatan kita.
Jika sedang melakukan pekerjaan yang mengharuskan menatap layar komputer dalam waktu yang cukup lama, mungkin sudah akrab dengan kelelahan dan ketegangan mata, yang terkadang menyebabkan penglihatan kabur sementara.
Istirahatkan mata setidaknya 20 menit, dan pertimbangkan juga untuk menggunakan kacamata yang dapat menghalangi mata dari cahaya biru layar komputer. Namun, jika bekerja di luar ruangan, terpapar sinar matahari, dan segala sesuatu yang dapat mengganggu mata, pastikan untuk mengenakan kacamata pelindung yang sesuai.
Jangan lupakan dengan riwayat keluarga. Karena ada lebih dari 350 penyakit mata yang dianggap sebagai penyakit turunan.
Meskipun tidak dapat mengubah genetika, mengetahuinya sedari dini akan membantu mengenali gejala atau mencari perawatan pencegahan.
- Periksa mata secara rutin
Usia semakin bertambah, kesehatan mata pun akan menurun dan rentan terhadap berbagai penyakit. Sehingga, pemeriksaan mata yang rutin sangat penting untuk membantu dalam mendeteksi penyakit lain di luar masalah yang sudah diketahui.
Akademi Oftalmologi Amerika Serikat merekomendasikan pemeriksaan mata setidaknya setiap satu atau dua tahun setelah usia 65 tahun. Tujuannya untuk menghindari masalah mata yang berkaitan dengan usia seperti katarak hingga degenerasi makula.
Untuk anak-anak, pemeriksaan mata harus dilakukan saat usia anak antara 6 bulan sampai satu tahun. Pada usia 3–5 tahun, penglihatan dan kesimetrisan mata anak harus dinilai agar penglihatan tetap tajam dan sehat.
- Gunakan kacamata yang tepat
Sinar UV matahari dapat membahayakan mata dan merusak penglihatan. Menurut Institut Kesehatan Nasional AS, sinar UV yang berlebihan telah dikaitkan dengan risiko katarak, atau bahkan kanker kelopak mata.
Mengenakan topi dan kacamata hitam yang tepat bisa menghalangi 99 persen sinar UVA dan UVB. Jika menggunakan kacamata atau lensa kontak yang diresepkan dokter atau bahkan kacamata yang dijual bebas, disarankan untuk sering memperbaruinya secara teratur.
- Jaga kesehatan tubuh
Meskipun faktor lingkungan eksternal sangat berperan, namun sebagian besar kesehatan mata berasal dari dalam tubuh.
Pola makan yang sehat dengan rajin mengkonsumsi asupan terbaik dapat membantu memberikan tubuh nutrisi yang dibutuhkannya untuk kesehatan mata yang optimal.
Ada beberapa makanan yang mendukung kesehatan mata. Seperti telur, kiwi, sayuran hijau, hingga ikan yang mengandung omega-3 yang mudah dimasukan ke dalam berbagai olahan makanan.
Tidak hanya asupan yang baik, kebiasaan merokok juga berkaitan dengan kesehatan mata. Di antara penyakit lain yang berawal dari kebiasaan buruk satu ini, ada dua ancaman terbesar bagi kesehatan mata. Yakni degenerasi makula dan katarak.
Faktanya, perokok memiliki peluang lebih besar terjangkit penyakit tersebut daripada mereka yang bukan perokok.
Editor : Bayu Putra